Guskamla Koarmada I Rangkul Kepala Adat Nelayan dan Insan Pers Jaga Pintu Gerbang Barat Laut Indonesia

oleh
oleh

SABANG, FR Gugus Keamanan Laut Komando Armada I (Guskamla Koarmada I) menegaskan pentingnya sinergi antara TNI Angkatan Laut, Kepala Adat Nelayan, dan insan pers dalam menjaga keamanan wilayah maritim Pulau Weh dan sekitarnya yang menjadi pintu gerbang barat laut Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning yang digelar di Mako Guskamla Koarmada I, Jumat (26/6/2026), dipimpin langsung oleh Komandan Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Dedy Komarudin, S.H., M.Tr.Opsla., M.Sos.

Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun sinergi antara Guskamla Koarmada I, Kepala Adat Nelayan Pulau Weh, dan insan pers di Kota Sabang.

Dalam sambutannya, Laksamana Pertama TNI Dedy Komarudin menyampaikan apresiasi kepada Kepala Adat Nelayan Pulau Weh, Ketua PWI Kota Sabang, dan seluruh insan pers yang hadir atas komitmen mereka dalam mendukung upaya menjaga keamanan wilayah maritim.

“Sebagai unsur pelaksana operasi TNI Angkatan Laut di bawah Koarmada I, Guskamla Koarmada I memiliki tugas melaksanakan operasi keamanan laut di wilayah kerja Koarmada I, termasuk Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur pelayaran internasional paling strategis di dunia. Karena itu, stabilitas keamanan kawasan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengamanan laut tidak dapat dilakukan hanya oleh TNI AL. Dukungan masyarakat pesisir, khususnya Kepala Adat Nelayan dan para nelayan, menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan perairan.

Menurutnya, keberadaan nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut menjadikan mereka sebagai “mata dan telinga” yang mampu memberikan informasi awal terkait potensi gangguan keamanan, pelanggaran hukum, maupun aktivitas mencurigakan di wilayah perairan.

Sementara itu, Kepala Adat Nelayan Pulau Weh, Abdul Rani, menyampaikan apresiasi kepada Guskamla Koarmada I yang terus membangun komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat nelayan.

Ia menegaskan, para nelayan siap bersinergi dengan TNI AL dalam menjaga keamanan laut serta memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di perairan Pulau Weh.

Di kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sabang, Jalaluddin, menyatakan insan pers siap menjadi mitra strategis TNI AL dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat.

Menurutnya, melalui pemberitaan yang positif, media memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan laut, memperkuat semangat kebangsaan, serta mendukung upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui kegiatan tersebut diharapkan terjalin komunikasi, koordinasi, dan sinergi yang semakin erat antara Guskamla Koarmada I, Kepala Adat Nelayan, dan insan pers di Kota Sabang. Mengingat posisi strategis Pulau Weh sebagai pintu gerbang barat laut Indonesia, keamanan wilayah maritim merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Menutup kegiatan, Guskamla Koarmada I mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan maritim, serta bersama-sama menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan laut dan menegakkan kedaulatan NKRI.

“Dengan sinergi yang kuat antara TNI AL, Kepala Adat Nelayan, insan pers, dan masyarakat, stabilitas keamanan laut di wilayah barat Indonesia diharapkan dapat terus terjaga secara optimal,” tutupnya. (Jalal)

No More Posts Available.

No more pages to load.