JATINANGOR, FR – Pemerintah Aceh menggelar silaturahmi dengan para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Aceh di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (28/6/2026). Kegiatan ini dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, yang didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh Faisal Rizal Hasan serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh.
Silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan antara Pemerintah Aceh dengan mahasiswa IPDN asal Aceh sekaligus memberikan motivasi dan dukungan moral kepada para calon aparatur sipil negara yang sedang menempuh pendidikan kepamongprajaan.
Dalam pertemuan tersebut, Sekda Aceh menyampaikan pesan agar seluruh praja tetap menjaga disiplin, integritas, dan semangat belajar sehingga mampu menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik. Ia berharap para praja dapat kembali ke Aceh untuk mengabdikan diri dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Rizal Hasan, mengatakan para praja IPDN merupakan investasi sumber daya manusia yang akan menjadi bagian penting dalam birokrasi Aceh di masa mendatang.
“Kami berharap seluruh praja asal Aceh memanfaatkan kesempatan belajar di IPDN sebaik mungkin. Bangun karakter, jaga integritas, tingkatkan kompetensi, dan persiapkan diri menjadi pemimpin yang amanah serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh,” ujar Faisal.
Ia menambahkan, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk mahasiswa dan praja asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi kedinasan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum dialog antara jajaran Pemerintah Aceh dan para praja. Berbagai masukan, pengalaman selama mengikuti pendidikan, hingga harapan terhadap pembangunan Aceh turut dibahas dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus IPDN Jatinangor itu diharapkan semakin memperkuat hubungan antara Pemerintah Aceh dengan generasi muda Aceh yang tengah dipersiapkan menjadi aparatur pemerintahan profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat. (FDTU)










