SABANG, FR – Membludaknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang selama libur panjang membuat layanan penyeberangan Banda Aceh–Sabang berada di bawah tekanan. Saat ini, hanya KMP BRR yang melayani rute tersebut, sementara KMP Aceh Hebat 2 belum kembali beroperasi setelah mengalami insiden ledakan beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran berbagai pihak. Pemerintah diminta segera mengambil langkah untuk menambah armada kapal penyeberangan agar pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan tetap optimal serta menghindari potensi gangguan keselamatan pelayaran.
KMP BRR, yang dibangun Pemerintah Aceh pada 2008, kini terus beroperasi melayani lonjakan penumpang. Pengoperasian kapal secara terus-menerus dikhawatirkan dapat meningkatkan beban kerja mesin maupun kru kapal.
Abdullah, yang akrab disapa Capt. Filip, meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat segera memikirkan penambahan sarana transportasi laut, khususnya kapal penumpang untuk lintasan Banda Aceh–Sabang.
“Saat ini penumpang yang berwisata ke Sabang sangat membludak. Kapal yang melayani hanya satu, yaitu KMP BRR, yang terus beroperasi tanpa henti. Kami berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, tidak menutup mata agar tidak terulang peristiwa yang pernah terjadi pada 1996,” ujar Capt. Filip kepada Forum Rakyat, Minggu (28/6/2026).
Ia juga meminta Pemerintah Kota Sabang bersama DPRK Sabang mendesak pemerintah pusat agar segera menambah armada kapal penyeberangan, khususnya kapal Ro-Ro, untuk melayani rute Sabang–Banda Aceh.
Sementara itu, DPRK Sabang menyatakan mendukung penambahan operator maupun armada kapal guna memperlancar mobilitas masyarakat dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sabang.
Saat ini, layanan kapal Ro-Ro di lintasan Banda Aceh–Sabang hanya mengandalkan KMP BRR, sehingga penambahan armada dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak demi menjaga kelancaran transportasi laut dan mendukung sektor pariwisata Sabang. (R)







