Forumrakyat.co.id | Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Dua gol yang dicetaknya pada menit-menit akhir membawa The Three Lions bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Republik Demokratik (RD) Kongo 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Kemenangan dramatis itu memastikan langkah pasukan Thomas Tuchel ke babak 16 besar. Namun, di balik penampilan gemilangnya, Kane memilih meredam pujian dan menegaskan bahwa keberhasilan Inggris merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.
“Siapa pun bisa memiliki momen sebagai pahlawan, dan hari ini giliran saya. Sepanjang pekan kami berbicara untuk tetap menjadi diri sendiri,” ujar Kane seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Sempat Dikejutkan RD Kongo
Inggris dibuat tertekan sejak awal pertandingan setelah Brian Cipenga membawa RD Kongo unggul cepat pada menit ketujuh. Gol tersebut membuat The Three Lions kesulitan mengembangkan permainan menghadapi pertahanan rapat lawannya.
Kane mengakui RD Kongo tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Organisasi permainan yang disiplin, ditambah performa gemilang penjaga gawang mereka, membuat Inggris frustrasi hingga memasuki 15 menit terakhir laga.
“Rasanya pertandingan yang benar-benar luar biasa. Mereka tim yang sangat tangguh dan penjaga gawang mereka melakukan banyak penyelamatan hebat. Setelah jeda kami bermain jauh lebih baik,” kata Kane.
Kane Jadi Pembeda
Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan kejutan besar, Kane tampil sebagai penyelamat. Striker Bayern Munchen itu mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-75 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-86 untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Dwigol tersebut bukan hanya mengantar Inggris lolos ke babak berikutnya, tetapi juga kembali menegaskan ketajaman Kane di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Tantangan Berikutnya: Meksiko
Meski berhasil melaju, Kane menilai Inggris masih memiliki banyak pekerjaan rumah jika ingin melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Ia meminta rekan-rekannya segera mengalihkan fokus ke pertandingan babak 16 besar melawan tuan rumah Meksiko.
Laga tersebut diprediksi menjadi ujian berat bagi Inggris mengingat Meksiko akan mendapat dukungan penuh publik sendiri di Stadion Azteca.
Kemenangan atas RD Kongo menjadi bukti mental juara yang dimiliki Inggris. Di tengah tekanan dan ancaman tersingkir lebih awal, Harry Kane sekali lagi menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin di lapangan. Namun, sang kapten tetap menegaskan bahwa perjalanan The Three Lions menuju gelar dunia hanya bisa diraih melalui kekuatan tim, bukan bergantung pada satu pemain semata. (R)








