SABANG, FR – Pengurus Besar (PB) Paguyuban Aneuk Sabang (PAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mempererat tali persaudaraan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial melalui Silaturahmi Akbar Keluarga Besar PAS yang dirangkai dengan penyerahan santunan kepada 120 anak yatim.
Kegiatan yang berlangsung di Ghanim Cafe, kawasan Dermaga Sabang, Sabtu (25/7/2026), berlangsung khidmat, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan. Silaturahmi tahunan tersebut menjadi momentum mempertemukan warga Sabang yang menetap di kampung halaman dengan masyarakat yang pulang dari perantauan.
Selain memperkuat ikatan persaudaraan, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkokoh semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang selama ini menjadi ruh Paguyuban Aneuk Sabang.
Dalam kesempatan itu, PB PAS menyalurkan santunan kepada 120 anak yatim yang berasal dari lima gampong di Kota Sabang, yakni Gampong Kuta Ateuh, Kuta Timu, Kuta Barat, Krueng Raya, dan Aneuk Laot. Total santunan yang disalurkan mencapai Rp21.450.000, yang dihimpun secara sukarela dari anggota dan keluarga besar PAS.
Program santunan anak yatim merupakan agenda sosial rutin PAS yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai gampong di Kota Sabang, sesuai dengan kemampuan dana yang berhasil dihimpun. Kegiatan ini mengusung moto “Bahagia Mu Adalah Bahagia Kami” sebagai wujud nyata kepedulian keluarga besar PAS terhadap anak-anak yatim.
Ketua Umum PB Paguyuban Aneuk Sabang, Dr. Mukhlis, S.H., M.Hum., mengatakan PAS tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya masyarakat Sabang, tetapi juga rumah besar yang mempersatukan seluruh anak negeri Sabang, baik yang berada di kampung halaman maupun di berbagai daerah perantauan.
“Paguyuban Aneuk Sabang bukan sekadar wadah berhimpun, tetapi rumah besar yang menyatukan hati. Silaturahmi menjaga persaudaraan, sementara kepedulian kepada anak yatim adalah ikhtiar kita merawat keberkahan. Sebab, sebesar apa pun organisasi, kemuliaannya diukur dari manfaat yang mampu dihadirkan bagi sesama,” ujar Mukhlis.
Dosen Senior Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala itu menegaskan bahwa tema “Kita Solid, Tidak Ada yang Sulit” bukan sekadar slogan organisasi, melainkan komitmen moral seluruh anggota PAS untuk menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Sabang.
“Persaudaraan yang dibangun atas dasar keikhlasan akan melahirkan kepedulian. Dari kepedulian itulah lahir kekuatan untuk bersama-sama membangun Sabang yang lebih maju, harmonis, dan berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Pengurus PB PAS Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Publikasi, Agus Halim, S.E., Ak., CEC., CPM, mengatakan kekuatan utama sebuah organisasi terletak pada kemampuannya menjaga komunikasi, membangun kepercayaan, dan memelihara kebersamaan di antara para anggotanya.
“Silaturahmi adalah modal sosial yang paling berharga bagi sebuah organisasi. Ketika persaudaraan terjaga, kepedulian akan tumbuh dengan sendirinya. Hari ini kita tidak hanya menyerahkan santunan, tetapi juga menghadirkan harapan, kasih sayang, dan bukti bahwa keluarga besar PAS selalu hadir untuk sesama,” katanya.
Agus Halim yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Sabang menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memperkuat kohesi sosial.
“PAS telah membuktikan bahwa komunikasi yang baik mampu melahirkan kolaborasi. Dari kolaborasi itulah tumbuh gerakan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga semangat berbagi ini terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Sabang, baik di kampung halaman maupun di perantauan,” ujarnya.
Di sisi lain, Dewan Pembina PAS sekaligus Koordinator Santunan Sosial PAS, H. Syaiful Bahri Ibra, mengapresiasi seluruh anggota PAS yang secara konsisten mendukung program santunan anak yatim melalui sumbangan sukarela.
“Santunan ini adalah amanah dari hati yang peduli kepada hati yang membutuhkan. Setiap rupiah yang dititipkan anggota PAS bukan sekadar bantuan, tetapi merupakan wujud kasih sayang, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial keluarga besar Paguyuban Aneuk Sabang kepada anak-anak yatim,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberlangsungan program santunan tersebut lahir dari semangat gotong royong dan kepercayaan para anggota PAS.
“Kami berkomitmen menjaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Semoga setiap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan kebutuhan anak-anak yatim, tetapi juga menjadi amal jariah yang menghadirkan keberkahan bagi seluruh donatur dan keluarga besar PAS,” tuturnya.
Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, ramah tamah, serta diskusi kekeluargaan mengenai berbagai program organisasi ke depan. Suasana penuh keakraban semakin menegaskan bahwa PAS tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang untuk memperkuat sinergi dan kepedulian antarwarga Sabang.
Melalui kegiatan ini, PB Paguyuban Aneuk Sabang berharap semangat persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial terus tumbuh menjadi budaya bersama. Dengan mengusung semboyan “Kita Solid, Tidak Ada yang Sulit”, PAS optimistis dapat terus memperluas kontribusinya di bidang sosial, kemasyarakatan, dan pembangunan sumber daya manusia, sehingga keberadaannya senantiasa membawa manfaat bagi masyarakat Sabang, baik di kampung halaman maupun di perantauan. (Jalal)






