PIDIE JAYA, FR – Suasana belajar yang berbeda terlihat di SD Negeri 1 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (27/7/2026). Puluhan siswa antusias mengikuti sosialisasi Anti-Bullying dan Pancasiaga (Pancasila Siap Siaga Bencana) yang digelar Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Periode XXIX Reguler Kelompok 11.
Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya mencegah perundungan sejak usia dini sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Tim KKN terdiri atas Ari Maulana (Ilmu Hukum), Aulia Angelie Putri (Pendidikan Dokter), Dina Syifa Rahma (Ilmu Keperawatan), Farras Aditya Mahasin (Pendidikan Geografi), Nadiaton (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), Nobel Prodeo Insan (Kehutanan), dan Nayfa Fathia Namiko (Pendidikan Dokter).
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti memukul atau mendorong teman, tetapi juga tindakan mengejek, mengucilkan, memberi julukan yang menyakitkan, hingga perundungan melalui media sosial. Para siswa diajak memahami pentingnya saling menghargai, berani melapor kepada guru apabila menyaksikan tindakan bullying, serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan konsep Pancasiaga sebagai pendidikan kesiapsiagaan bencana yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Melalui simulasi sederhana, siswa belajar langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi, pentingnya mengikuti arahan guru, mengenali jalur evakuasi, serta mengutamakan keselamatan diri dan orang lain.
Materi disampaikan secara komunikatif oleh Ari Maulana bersama Nadiaton. Suasana kelas berlangsung interaktif dengan berbagai permainan edukatif, sesi tanya jawab, serta simulasi yang membuat para siswa aktif berpartisipasi.
Salah seorang siswa, Kahfi, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang sekali karena Bang Ari, Kak Nadia, dan kakak-kakak KKN datang ke sekolah kami. Saya jadi tahu kalau mengejek teman itu termasuk bullying dan tidak boleh dilakukan. Saya juga belajar bagaimana menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Semoga kakak-kakak KKN bisa datang lagi ke sekolah kami,” ujarnya.
Kepala SD Negeri 1 Bandar Baru, Muhibbuddin, S.Pd.SD., M.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat dalam membentuk karakter peserta didik.
Menurutnya, materi tentang anti-bullying sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini, termasuk ancaman cyberbullying di media sosial. Sementara edukasi Pancasiaga menjadi bekal penting agar siswa memiliki pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana sejak dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN USK yang telah memilih sekolah kami sebagai lokasi edukasi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif bagi sekolah dan peserta didik,” katanya.
Ketua Kelompok KKN USK Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan nilai saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama.
“Bullying sering kali dianggap sebagai candaan, padahal dampaknya dapat memengaruhi kepercayaan diri, kesehatan mental, bahkan masa depan seorang anak. Karena itu, kami ingin mengajak seluruh siswa menjadi pelopor lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan bebas dari perundungan. Melalui program Pancasiaga, kami juga berharap anak-anak memiliki keberanian, pengetahuan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi bencana sejak usia dini,” ujar Ari.
Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), dan Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan pendidikan karakter, perlindungan anak, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN USK, Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa. Menurutnya, program yang digagas Ari Maulana bersama tim merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter serta kesiapsiagaan yang akan menjadi bekal penting bagi anak-anak di masa depan. (Ril)








