Forumrakyat.co.id |MEULABOH : Aktivitas kendaraan pengangkut pasir timbunan untuk salah satu proyek pemerintah di ruas Jalan Ujung Tanjong, Kecamatan Mereubo, menuju Simpang RGM, Kabupaten Aceh Barat, dikeluhkan masyarakat. Material pasir yang berjatuhan di sepanjang badan jalan tidak hanya menimbulkan debu saat musim kemarau, tetapi juga membuat jalan licin ketika dilakukan penyiraman.
Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Dalam beberapa waktu terakhir, warga mengaku telah beberapa kali menyaksikan pengendara terjatuh akibat melintasi hamparan pasir yang berserakan di badan jalan.
Pada malam hari, potensi kecelakaan disebut semakin tinggi karena pasir di permukaan jalan sulit terlihat oleh pengendara.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, masyarakat mendukung pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah. Namun, menurutnya, keselamatan warga tidak boleh diabaikan selama proses pekerjaan berlangsung.
”Kami mendukung pembangunan. Kami tidak pernah menolak proyek pemerintah. Tetapi keselamatan masyarakat juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai pembangunan berjalan, tetapi setiap hari ada warga yang menjadi korban karena jalan dipenuhi pasir dan debu,” ujarnya kepada tim Forum Rakyat, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, kendaraan pengangkut material diduga menjadi penyebab utama banyaknya pasir yang tercecer di sepanjang ruas jalan tersebut. Akibatnya, debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas, sementara saat jalan disiram untuk mengurangi debu, pasir berubah menjadi lapisan licin yang membahayakan pengendara.
Tidak hanya pengguna jalan, para pelaku usaha di sepanjang jalur tersebut juga mengaku merasakan dampak yang cukup besar.
Seorang pemilik warung mengatakan usahanya mengalami penurunan jumlah pelanggan karena kondisi lingkungan yang dipenuhi debu.
”Warung kami jadi sepi. Meja, kursi, bahkan makanan yang kami jual dipenuhi debu. Pembeli jadi tidak nyaman untuk singgah makan atau minum,” katanya.
Ketika ditanya mengenai penyiraman jalan, ia membenarkan bahwa upaya tersebut memang dilakukan. Namun menurutnya, penyiraman belum mampu mengatasi persoalan secara maksimal.
”Memang ada penyiraman, tetapi tidak rutin dan tidak maksimal. Baru sebentar disiram, debunya muncul lagi karena kendaraan proyek terus melintas. Kalau pasir di jalan tidak dibersihkan, penyiraman justru membuat jalan semakin licin,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pihak kontraktor maupun instansi yang bertanggung jawab segera mengambil langkah nyata. Mereka meminta setiap kendaraan pengangkut material menggunakan penutup terpal agar muatan tidak berjatuhan di jalan, membersihkan material yang tercecer setiap hari, meningkatkan frekuensi penyiraman, serta melakukan pengawasan terhadap kendaraan proyek yang melintas.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah turun langsung meninjau kondisi di lapangan agar keluhan masyarakat tidak terus berulang.
Bagi warga, pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan yang harus didukung bersama. Namun mereka berharap proses pembangunan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut.
”Jangan sampai setelah proyek selesai, yang tersisa justru cerita tentang banyaknya korban kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal,” tutup salah seorang warga.
Tim Forum Rakyat akan terus memantau perkembangan persoalan ini dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak kontraktor maupun instansi terkait sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang
( Zaini Dahlan / forum rakyat )






