”Saat ini, pemenuhan tempat tinggal yang layak menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.”
[Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, Bupati Aceh Tamiang]
- Kolaborasi kemanusiaan lintas negara memperkuat percepatan pemulihan pascabencana. Pemerintah menyiapkan ribuan hunian tetap dan mengajak seluruh mitra pembangunan terus bergandengan tangan membangun kembali Aceh Tamiang.
Harapan baru kembali tumbuh bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Setelah berbulan-bulan menjalani masa pemulihan, sebanyak 114 unit Hunian Sementara (Huntara) resmi diserahterimakan oleh lembaga kemanusiaan internasional Mercy Malaysia kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Prosesi serah terima berlangsung di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Rabu lalu, dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.
DALAM sambutannya, Bupati Armia Pahmi menyampaikan apresiasi kepada Mercy Malaysia beserta Konsulat Jenderal Malaysia di Medan atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Aceh Tamiang.
Menurutnya, kehadiran Huntara tidak hanya menjadi tempat berlindung sementara, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.
”Saat ini, pemenuhan tempat tinggal yang layak menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Armia.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus mempercepat tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Salah satu fokus utama ialah penyediaan hunian permanen bagi masyarakat terdampak.
Bupati mengungkapkan bahwa Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman telah merencanakan pembangunan 2.212 unit Hunian Tetap (Huntap) di Aceh Tamiang.
Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga akan membangun Huntap melalui skema in-situ, yakni pembangunan rumah permanen di lokasi asal masyarakat yang dinilai masih layak dihuni.
Tidak hanya sektor perumahan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga menyiapkan berbagai program pembangunan strategis lainnya sebagai bagian dari percepatan pemulihan daerah.
Armia menyebutkan, pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan Masjid Agung sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat, sekaligus merencanakan pembangunan rumah sakit baru guna meningkatkan pelayanan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga berharap hubungan kemitraan dengan Mercy Malaysia tidak berhenti pada bantuan Huntara semata.
Bupati mengajak lembaga kemanusiaan tersebut untuk terus mendampingi proses pemulihan Aceh Tamiang melalui berbagai bentuk kerja sama kemanusiaan dan pembangunan di masa mendatang.
Menurutnya, proses pemulihan pascabencana merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia internasional, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan masyarakat.
Semangat Gotong Royong
SERAH terima 114 unit Huntara menjadi penanda bahwa semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan mampu menghadirkan secercah harapan di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung.
Bagi warga Kota Lintang, Huntara bukan sekadar bangunan sementara, melainkan ruang untuk kembali menata kehidupan sambil menunggu terwujudnya hunian permanen.
Di sisi lain, komitmen pemerintah dalam menghadirkan ribuan Huntap serta membangun fasilitas publik menjadi sinyal bahwa pemulihan Aceh Tamiang tidak hanya berorientasi pada rekonstruksi fisik, tetapi juga pada pembangunan masa depan yang lebih tangguh.
Dukungan berbagai pihak, termasuk Mercy Malaysia, diharapkan terus menjadi energi bersama hingga seluruh masyarakat dapat kembali hidup dengan aman, nyaman, dan bermartabat. [].








