JAKARTA, FR — Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) menyiapkan dua kejuaraan sepakbola mini dalam agenda beruntun. Kompetisi pertama, Liga Sepakbola Mini Santri, dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan Piala Asia pada Januari 2027.
Rencana tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno Pengurus Pusat KSMI yang digelar di Jakarta, Minggu (23/8/2026). Liga Santri akan mempertemukan klub-klub sepakbola mini santri dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Piala Asia dijadwalkan diikuti tim-tim dari 12 negara, yakni Arab Saudi, Lebanon, Irak, Maladewa, Pakistan, Oman, Qatar, India, Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Singapura.
Agenda tersebut menjadi bagian dari langkah KSMI untuk memperluas kompetisi sepakbola mini Indonesia sekaligus memperkuat keterlibatan Indonesia dalam persaingan sepakbola mini di tingkat regional Asia.
Rapat pleno dipimpin Ketua Umum KSMI sekaligus Presiden Federasi Mini Football Asia, Dr. Ir. H. Yan Mulia Abidin, SE., M.Sc. Selain membahas agenda kompetisi, rapat juga menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi KSMI.
Salah satu perubahan dalam jajaran Pengurus Pusat KSMI adalah masuknya Tundra Meliala sebagai Wakil Ketua Umum yang membidangi media dan teknologi.
Perkembangan tersebut sejalan dengan semakin kuatnya posisi sepakbola mini dalam ekosistem olahraga nasional. Sepakbola mini resmi tercatat sebagai cabang olahraga (cabor) ke-78 di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 17 September 2025.
Status tersebut memberikan pijakan yang lebih kuat bagi sepakbola mini untuk berkembang di Indonesia. Di saat yang sama, keterlibatan dalam organisasi sepakbola mini internasional membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi peserta maupun tuan rumah berbagai kompetisi tingkat Asia.
Namun, perkembangan kelembagaan tersebut perlu diikuti dengan pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan. KSMI dituntut mampu membangun kompetisi yang teratur, memperkuat pembinaan pemain dari tingkat daerah, serta menghubungkan turnamen nasional dengan agenda internasional.
Liga Santri pada Oktober 2026 dapat menjadi salah satu pintu masuk pembinaan pemain sekaligus memperluas basis sepakbola mini di lingkungan pesantren. Sementara Piala Asia pada Januari 2027 akan menjadi panggung bagi KSMI untuk menguji kapasitas Indonesia dalam penyelenggaraan kompetisi regional.
Dua agenda tersebut menjadikan periode akhir 2026 hingga awal 2027 sebagai fase penting bagi KSMI dalam memperkuat kompetisi, pembinaan, dan tata kelola sepakbola mini, sekaligus memperkenalkan potensi sepakbola mini Indonesia di tingkat Asia. (*)








