Sabang, FR – Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata Sabang PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sabang menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Penyediaan SPKLU tersebut juga dapat digunakan oleh masyarakat pengguna kendaraan listrik yang berkunjung ke pulau Weh Sabang.
Kepala PLN ULP Sabang, Boy Rakhmani, kepada awak media Senin (24/08/2026) mengatakan keberadaan SPKLU menjadi bagian dari komitmen PT PLN dalam memberikan kemudahan layanan bagi pengguna kendaraan listrik.
Fasilitas ini diharapkan dapat membuat wisatawan tidak ragu membawa kendaraan listrik saat berkunjung ke Sabang. Termasuk pelaku usaha yang membidangi angkutan seperti travel dan lainnya.
“Kami menyadari ke depan tren gaya hidup ramah lingkungan akan semakin diminati. Karena itu, kehadiran SPKLU ini menjadi komitmen kami memberikan kepastian layanan bagi wisatawan yang membawa kendaraan listrik ke Sabang,” jelas Boy.
Lebih lanjut Boy menambahkan, SPKLU yang tersedia di Sabang saat ini belum dilengkapi teknologi fast charging. Lama pengisian daya juga bergantung pada kapasitas baterai dan jenis kendaraan listrik yang digunakan.
PT PLN sendiri terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk menyediakan fasilitas pengisian daya bagi masyarakat dan wisatawan yang menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai dapat menunjang kenyamanan wisatawan selama berada di Sabang.
“Untuk saat ini memang belum fast charging, tetapi layanan pengisian daya tetap tersedia. Wisatawan pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir ketika datang ke Sabang,” tambah Boy.
Boy menyebutkan, saat ini terdapat 33 titik SPKLU yang tersebar di Aceh dan salah satunya berada di Kota Sabang. Sementara fasilitas fast charging baru tersedia di dua lokasi, yakni Kantor Unit Induk PLN dan Kabupaten Bireuen.
Keberadaan SPKLU di Sabang diharapkan ikut mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan. Fasilitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Sabang dalam menyambut wisatawan yang menggunakan kendaraan berbasis energi listrik. (Jalal)








