Tarmizi Age Dorong Tol Subulussalam-Medan Jadi Prioritas Nasional

oleh
oleh

BANDA ACEH, FR Inisiator Aceh Goet, Tarmizi Age, yang juga Ketua Influencer Mualem-Dek Fad, mendorong pembangunan Jalan Tol Subulussalam-Medan diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan nasional.

Menurut Tarmizi, pembangunan jalan tol tersebut penting untuk memperkuat konektivitas wilayah barat-selatan Aceh dengan Sumatera Utara. Selain memangkas waktu tempuh, infrastruktur itu dinilai dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan aktivitas ekonomi.

“Dengan adanya jalan tol, waktu tempuh Subulussalam dan kawasan barat-selatan Aceh menuju Medan dapat diperpendek. Ini akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujar Tarmizi Age, Rabu (9/9/2026).

Ia menilai pembangunan infrastruktur strategis harus ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka panjang yang terintegrasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, serta pemerintah kabupaten dan kota.

Menurutnya, jalan tol tidak semata-mata menjadi proyek transportasi, tetapi juga instrumen untuk membuka akses ekonomi, menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan daerah melalui pembangunan infrastruktur. Jalan tol bukan hanya soal mempercepat perjalanan, tetapi juga bagaimana membuka akses ekonomi dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat,” katanya.

Tarmizi menyebut konektivitas yang semakin baik juga berpotensi mengurangi kesenjangan antarwilayah. Akses masyarakat terhadap pusat pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, dan pasar akan semakin terbuka.

Dorong Masuk Perencanaan Aceh

Tarmizi juga meminta pemerintah kabupaten dan kota di wilayah barat-selatan Aceh mulai membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat terkait rencana pembangunan tersebut.

Ia menilai perencanaan jalan tol harus diselaraskan dengan dokumen pembangunan dan tata ruang daerah, termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Perlu sekali dalam membangun infrastruktur di setiap daerah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat agar perencanaannya nyambung, terintegrasi, dan optimal,” ujar Tarmizi yang akrab disapa Mukarram.

Ia berharap Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fad) memberikan perhatian serius terhadap konektivitas Subulussalam-Medan.

Menurutnya, usulan pembangunan jalan tol tersebut perlu mulai dibahas dalam perencanaan pembangunan Aceh dan dikomunikasikan secara resmi dengan pemerintah pusat.

“Jalan Tol Subulussalam-Medan perlu masuk dalam perencanaan dan diintegrasikan dalam proses pembangunan antara daerah dan pusat. Ini harus dipersiapkan sejak awal agar kepentingan Aceh dapat terakomodasi,” tegasnya.

Jangan Hanya Jadi Jalur Lewat

Selain pembangunan fisik, Tarmizi menekankan pentingnya menyiapkan kawasan ekonomi di sepanjang koridor jalan tol. Pemerintah, kata dia, perlu memetakan potensi daerah agar keberadaan jalan tol memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

“Jangan sampai jalan tol hanya menjadi jalur lewat. Harus ada perencanaan kawasan ekonomi di sekitarnya sehingga masyarakat lokal mendapatkan manfaat secara langsung,” katanya.

Ia menilai peningkatan konektivitas akan membuka peluang bagi produk lokal Subulussalam dan wilayah barat-selatan Aceh untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“Dengan akses yang semakin baik, potensi lokal bisa berkembang dan muncul local brand Aceh yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional,” ujarnya.

Tarmizi menambahkan, pembangunan tol berpotensi meningkatkan efisiensi distribusi logistik, membuka peluang investasi, meningkatkan nilai ekonomi kawasan, serta memperkuat aksesibilitas wilayah.

Karena itu, ia berharap pembangunan jalan tol tidak hanya dipandang dari aspek konstruksi, tetapi juga diikuti dengan pembangunan ekosistem ekonomi di sepanjang koridor tersebut.

“Agar pertumbuhan ekonomi kawasan dapat terwujud secara optimal, infrastruktur jalan tol harus diintegrasikan dengan potensi ekonomi yang ada di sekitarnya. Tol harus menjadi penggerak ekonomi baru bagi Aceh, khususnya wilayah barat-selatan,” pungkasnya. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.