BANDA ACEH, FR – Dunia pers Aceh kembali kehilangan salah satu sosok yang ikut melewati panjangnya perjalanan jurnalistik di daerah ini. H. Sjamsul Kahar, tokoh yang puluhan tahun melekat dengan perjalanan Harian Serambi Indonesia, berpulang pada Kamis (24/9/2026) dini hari.
Kepergian Sjamsul Kahar tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Bagi keluarga besar pers Aceh, kepergiannya menjadi kehilangan atas sosok yang telah mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya dalam dunia pers dan ikut menyertai perubahan jurnalistik Aceh dari masa ke masa.
Duka tersebut juga terasa semakin dalam bagi keluarga besar SPS Aceh. Sebelumnya, SPS Aceh juga kehilangan Dedy Rahman, mantan Sekretaris SPS Aceh periode 2022–2026 sekaligus pemilik Tabloid Kabar Aceh, yang berpulang pada 7 September 2026. Dalam rentang waktu yang berdekatan, dua nama yang pernah menjadi bagian dari perjalanan pers Aceh itu kini telah pergi.
Nama Sjamsul Kahar melekat dalam perjalanan panjang Harian Serambi Indonesia, salah satu perusahaan pers senior di Aceh yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan pers daerah ini.
Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya almarhum. Menurutnya, Sjamsul Kahar merupakan bagian dari perjalanan panjang perusahaan pers dan perkembangan pers Aceh.
“Hari ini kita kehilangan seorang tokoh pers. Kepergian beliau bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga duka bagi keluarga besar pers Aceh. Jasa dan pengabdian beliau akan selalu dikenang, terutama oleh mereka yang pernah berjalan dan belajar dalam dunia pers,” ujar Muktarrudin.
Ia mengatakan, perjalanan pers Aceh tidak dapat dipisahkan dari perusahaan-perusahaan pers yang telah bertahan melewati berbagai zaman. Harian Serambi Indonesia menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan tersebut, bersama perusahaan pers senior lainnya seperti Peristiwa dan Atjehpost.
Dalam perjalanan panjang itulah, Sjamsul Kahar meninggalkan jejak pengabdian yang menjadi bagian dari sejarah pers Aceh.
“Atas nama keluarga besar SPS Aceh, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Muktarrudin.
“Selamat jalan, Bang Sjamsul. Jejak pengabdianmu tetap hidup dalam sejarah pers Aceh,” tutupnya. (R)








