BANDA ACEH, FR – Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat konsolidasi organisasi dan pembinaan minifootball di seluruh Aceh. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh yang menilai sepakbola mini memiliki prospek besar seiring meningkatnya minat masyarakat.
“Kami menyambut baik terbentuknya Pengurus KSMI Provinsi Aceh,” kata Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Aceh, T. Rayuan Sukma, saat menerima audiensi Pengurus KSMI Aceh di Kantor KONI Aceh, kawasan Lhong Raya, Banda Aceh, Senin (5/10/2026).
Audiensi tersebut membahas keberadaan KSMI Aceh sekaligus langkah yang harus dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota KONI Aceh.
Menurut Rayuan, perkembangan minifootball di Aceh memiliki peluang yang cukup besar, terutama jika didukung pembinaan atlet dan kompetisi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kehadiran KSMI tentu menjadi sesuatu yang positif. Sepakbola mini saat ini semakin berkembang dan diminati masyarakat. Prospeknya cukup besar, terutama jika pembinaan dan kompetisinya dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi KSMI Aceh untuk menjadi anggota KONI Aceh yakni memiliki kepengurusan sekurang-kurangnya di 14 kabupaten/kota.
Selain itu, KSMI juga harus menunjukkan aktivitas pembinaan dan kompetisi yang berjalan secara berkelanjutan, termasuk penyelenggaraan kejuaraan daerah.
“Untuk menjadi anggota KONI Aceh tentu ada persyaratan organisasi yang harus dipenuhi, di antaranya kepengurusan minimal di 14 kabupaten/kota dan kegiatan olahraga seperti kejuaraan daerah,” jelasnya.
Ketua KSMI Aceh Muktaruddin Usman mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah organisasi dengan sistem pembinaan olahraga di Aceh.
“Kami ingin mengetahui secara langsung apa saja yang harus kami persiapkan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota KONI Aceh. Setelah ini kami akan bergerak membangun kepengurusan di kabupaten/kota,” kata Muktaruddin.
Ia menyebut KSMI secara nasional telah tercatat sebagai anggota KONI Pusat setelah diterima dalam Rakernas KONI 2025. Di tingkat internasional, KSMI juga tergabung dalam International Minifootball Federation (IMF).
“Secara nasional KSMI sudah menjadi anggota resmi KONI Pusat. Di tingkat internasional kita juga tergabung dalam International Minifootball Federation. Ini menunjukkan bahwa sepakbola mini memiliki jaringan pengembangan dari daerah, nasional hingga internasional,” ujarnya.
KSMI Aceh menargetkan sedikitnya 14 Pengcab/Pengkot terbentuk di Aceh. Pembentukan struktur tersebut diharapkan tidak sekadar memenuhi persyaratan organisasi, tetapi juga menjadi fondasi pembinaan dan kompetisi yang lebih merata.
“Dengan terbentuknya KSMI Pengprov Aceh, kami berharap sepakbola mini dapat berkembang lebih terstruktur dan merata hingga ke seluruh kabupaten/kota. Kita ingin melahirkan bibit-bibit atlet unggul yang nantinya dapat mengharumkan nama Aceh,” katanya.
Sebagai bagian dari agenda pembinaan, KSMI Aceh juga menyiapkan Liga Santri di Banda Aceh yang akan melibatkan klub-klub sepakbola mini dari dayah dan pesantren.
Pemenang kompetisi tersebut nantinya dipersiapkan untuk mewakili Aceh pada ajang tingkat nasional.
“Kami juga akan melaksanakan Liga Santri yang melibatkan klub sepakbola dari dayah dan pesantren di Aceh. Pemenangnya nanti akan mewakili Aceh di tingkat nasional,” ujar Muktaruddin.
Menurut dia, penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan pembinaan dan kompetisi. Dengan begitu, sepakbola mini tidak hanya berkembang sebagai olahraga komunitas, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan prestasi.
“Kami tidak ingin KSMI Aceh hanya hadir sebagai nama atau struktur organisasi. Kami ingin membangun pembinaan yang nyata, kompetisi berkelanjutan dan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi talenta muda Aceh,” katanya.
Muktaruddin optimistis dukungan KONI Aceh serta jaringan KSMI secara nasional dan internasional dapat mempercepat perkembangan sepakbola mini di Aceh.
“Kami optimistis sepakbola mini Aceh dapat tumbuh lebih kuat dan membawa nama Aceh ke panggung nasional bahkan internasional,” pungkasnya. (R)







