BANDA ACEH, FR — Bidang Pemilih Pemula Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Aceh menggelar pendidikan politik bagi mahasiswa pada 30 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Mahasiswa dan Masa Depan Demokrasi Aceh: Pemilu, Politik, dan Peran Media dalam Membangun Kesadaran Generasi Muda” itu berlangsung di Hotel Penemas, Banda Aceh.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendalami dinamika demokrasi dan politik Aceh, sejarah perjuangan politik lokal, serta peran media di tengah derasnya arus informasi digital.
Empat narasumber dihadirkan dengan materi yang berbeda. Novita Sari, S.IP., M.IP., membahas kesadaran politik mahasiswa, demokrasi, partisipasi, dan regenerasi kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan di Aceh.
Suadi Sulaiman menyampaikan materi tentang sejarah lahir dan perjuangan Partai Aceh. Peserta diajak memahami perjalanan partai lokal tersebut serta dinamika politik Aceh yang melatarbelakangi kelahirannya.
Materi mengenai media dan politik di era digital, literasi informasi, serta peran pers disampaikan Yocerizal, S.K.H., M.Sos. Ia membahas pentingnya kemampuan generasi muda memilah informasi, memahami konteks pemberitaan, dan menggunakan media secara bertanggung jawab.
Adapun Dr. Fajran Zain memaparkan sejarah partai lokal di Aceh. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan politik lokal serta perkembangan partai-partai lokal sebagai bagian dari dinamika demokrasi di Aceh.
Bidang Pemilih Pemula DPP Partai Aceh berharap pendidikan politik tersebut tidak berhenti pada pemahaman mengenai pemilu. Mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran politik, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman terhadap sejarah dan perkembangan demokrasi Aceh.
Mahasiswa, sebagai kelompok intelektual, juga didorong berperan dalam mengawal kebijakan publik dan menggunakan media secara cerdas. Partisipasi tersebut dinilai penting untuk membangun kehidupan demokrasi yang sehat.
Setelah mengikuti kegiatan selama tiga hari, para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan kampus dan masyarakat. Mereka juga diharapkan menjadi bagian dari generasi muda yang turut menentukan arah politik dan demokrasi Aceh. (*)








