Fotumrakyat.co.id |Meulaboh : Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, mendorong Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat untuk semakin aktif memperkuat nilai-nilai adat dan budaya Aceh di tengah perubahan kehidupan sosial masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Said saat melantik pengurus MAA Kabupaten Aceh Barat periode 2026–2031 di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Aceh Barat, Selasa (6/10/2026).
Dalam pelantikan itu, Tgk H. Mawardi Nyak Man resmi dipercaya memimpin MAA Kabupaten Aceh Barat bersama jajaran pengurus untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Said mengatakan, jabatan yang diemban pengurus MAA bukan sekadar sebuah amanah organisasi, tetapi juga tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai adat yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh.
Ia meminta seluruh pengurus menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, kebersamaan dan komitmen, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman yang terus membawa perubahan terhadap pola kehidupan masyarakat.
“Kami berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh keikhlasan, kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga serta mengembangkan adat dan budaya Aceh di tengah kehidupan masyarakat yang terus mengalami perubahan,” ujar Said.
Menurutnya, adat dan syariat merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat Aceh. Nilai-nilai adat mengajarkan pentingnya adab, musyawarah, kebersamaan dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, Said menilai penguatan adat harus berjalan beriringan dengan penguatan syariat. Pemerintah daerah, ulama, tokoh adat dan masyarakat juga harus memiliki komitmen serta arah yang sama dalam membangun Aceh Barat.
“Penguatan adat harus berjalan seiring dengan penguatan syariat. Dalam membangun masyarakat Aceh Barat, pemerintah dan ulama harus terus berjalan selaras. Kami meyakini ketika pemimpin, ulama, tokoh adat dan masyarakat memiliki arah yang sama, berbagai persoalan akan lebih mudah dihadapi,” katanya.
Lebih lanjut, Said menilai MAA memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara adat, syariat dan kehidupan sosial masyarakat. MAA diharapkan mampu menjadi penghubung dalam mempertahankan nilai-nilai adat hingga ke tingkat gampong.
Ia pun meminta pengurus MAA untuk memperkuat komunikasi dengan ulama, keuchik serta tokoh-tokoh masyarakat agar keberadaan lembaga adat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Perkuat nilai adat di tengah masyarakat, bangun komunikasi dengan para ulama dan keuchik serta hadir bersama masyarakat dalam menjaga ketertiban dan ketahanan sosial di setiap gampong,” tegas Said.
Said berharap kepengurusan MAA Aceh Barat periode 2026–2031 dapat bekerja secara solid dan semakin dekat dengan masyarakat. Selain menjaga kelestarian adat dan budaya Aceh, MAA juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat syariat serta menjaga persatuan dan ketahanan sosial masyarakat Aceh Barat.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH, dan Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Barat, Safrizal, SP., M.Sc.
( Zaini Dahlan / forum rakyat )








