PIDIE, FR – Pemerintah Gampong Kumbang, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, menggelar Rembuk Stunting 2026 untuk merumuskan program prioritas pencegahan dan penanganan stunting dalam perencanaan pembangunan gampong tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung di meunasah setempat, Senin (12/10/2026), itu melibatkan pemerintah gampong, pendamping desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tuha Peut Gampong (TPG), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Keuchik Kumbang, Muhammad, mengatakan bahwa stunting masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui intervensi sektor kesehatan, tetapi juga harus didukung pembangunan gampong yang mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, edukasi keluarga, serta pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita merupakan bagian penting dalam upaya mencegah stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendamping Desa Keumala, Iklil Ardabili, menjelaskan bahwa rembuk stunting merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan gampong.
Melalui forum tersebut, berbagai usulan program diharapkan dapat diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) dan menjadi dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun Anggaran 2027.
Ia juga mendorong peserta untuk aktif mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi risiko stunting, mulai dari pola asuh anak, pemenuhan gizi, kondisi lingkungan, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan dasar.
Hasil pembahasan selanjutnya akan dirumuskan menjadi usulan program dan kegiatan yang dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan serta penganggaran gampong.
Pendamping Desa yang menangani program stunting atau PIC Stunting, Muhazir, menambahkan bahwa rembuk stunting juga menjadi ruang untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, mengidentifikasi kendala, serta menyusun rencana aksi yang lebih terarah.
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor, terutama dalam pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, peningkatan pelayanan kesehatan, perbaikan sanitasi, serta penguatan edukasi kepada masyarakat.
Sejumlah usulan program yang dapat diprioritaskan pada 2027 meliputi peningkatan pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil sesuai kebutuhan, penyuluhan kesehatan keluarga, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, serta penguatan kapasitas kader kesehatan gampong.
“Program-program tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Muhazir.
Melalui Rembuk Stunting 2026, Pemerintah Gampong Kumbang bersama para pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan.
Hasil forum tersebut diharapkan menjadi salah satu dasar dalam menetapkan program prioritas pembangunan gampong tahun 2027, sehingga intervensi yang direncanakan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.







