BANDA ACEH, FR – Partai Aceh telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Politik Anggota Partai Aceh Tahun 2026 dengan mengusung tema “Agama, Adat dan Etika sebagai Landasan Perjuangan Politik Partai Aceh”. Kegiatan tersebut berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Hotel Madinatul Zahra, Banda Aceh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Partai Aceh dalam memperkuat pemahaman politik anggota, meningkatkan kapasitas kader, serta meneguhkan nilai-nilai agama, adat istiadat, dan etika sebagai landasan dalam menjalankan perjuangan politik di Aceh.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh pimpinan Partai Aceh yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Aceh, Tgk. Zulfanudin. Sementara itu, kegiatan ini diketuai oleh Tgk. Zulfanudin, S.Ag. selaku ketua panitia.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber, yaitu Ir. H. Jufri Hasanuddin, M.M.; Dr. Sofyan, S.Pd., M.Pd.; Dr. Teuku Rasyidin, S.H., M.H., CPM, Arb., CLA; serta Abu Hasanuddin Abdullah, Ketua Muna Aceh Besar.
Kehadiran para narasumber tersebut menjadi bagian dari upaya memperkaya wawasan peserta mengenai kehidupan politik, kepemimpinan, nilai-nilai sosial, serta pentingnya menjaga etika dalam menjalankan tanggung jawab politik dan organisasi.
Tema yang diangkat menegaskan pentingnya menjadikan agama, adat, dan etika sebagai pedoman dalam setiap langkah perjuangan politik. Bagi masyarakat Aceh, nilai-nilai keislaman dan adat istiadat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas, kehidupan sosial, serta tradisi dalam membangun hubungan antarsesama.
Melalui pendidikan politik ini, anggota Partai Aceh diharapkan semakin memahami bahwa perjuangan politik tidak semata-mata berkaitan dengan kekuasaan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral, pengabdian kepada masyarakat, dan komitmen memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Selain memperkuat pemahaman politik, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat konsolidasi organisasi serta membangun karakter anggota yang berintegritas, beretika, dan mampu menghadapi dinamika politik secara dewasa.
Dengan berakhirnya kegiatan Pendidikan Politik Anggota Partai Aceh Tahun 2026, diharapkan nilai-nilai yang telah diperoleh selama pembekalan dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi dan aktivitas politik sehari-hari.
Partai Aceh menempatkan penguatan kapasitas anggota sebagai bagian penting dalam membangun perjuangan politik yang berakar pada identitas dan kearifan lokal Aceh, sekaligus mengedepankan kepentingan masyarakat, persatuan, dan masa depan Aceh yang lebih baik. (*)







