BANDA ACEH, FR – Misi dagang dan investasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat potensi transaksi mencapai Rp1,079 triliun. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Amel, Banda Aceh, Senin (19/10/2026), tersebut mempertemukan 149 pelaku usaha dari kedua provinsi.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, menyambut baik pelaksanaan misi dagang tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan transaksi perdagangan, tetapi juga membuka peluang kerja sama di sektor lain, terutama pariwisata.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur. Kami berharap kerja sama ini bisa berlanjut ke bidang lain, terutama pariwisata,” kata Dek Fadh.
Menurutnya, perluasan jaringan perdagangan antardaerah dapat mendorong komoditas unggulan Aceh, seperti kopi Gayo dan nilam, agar semakin kompetitif dan mampu menembus pasar internasional.
Dek Fadh juga berharap posisi strategis Aceh sebagai pusat perdagangan internasional pada masa Kesultanan Aceh, khususnya era Sultan Iskandar Muda, dapat kembali diperkuat melalui kolaborasi perdagangan dan investasi.
Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa proses pembangunan dan pemulihan pascabencana di Aceh terus berjalan. Meski demikian, kondisi ekonomi daerah masih menghadapi tantangan, sementara pemerintah dan masyarakat juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir pada akhir tahun.
Dek Fadh turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjadi salah satu provinsi pertama menyalurkan bantuan kepada masyarakat Aceh saat bencana terjadi.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa misi dagang tersebut menjadi sarana untuk memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mudah-mudahan kesepakatan bersama ini bisa ditindaklanjuti secara efektif karena setiap melakukan misi dagang, kami ingin bisa maju bersama,” ujar Khofifah.
Selain menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh, Khofifah juga mengapresiasi peran historis masyarakat Aceh dalam perjuangan mempertahankan tanah air, termasuk kepahlawanan Laksamana Malahayati.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menjelaskan bahwa misi dagang tersebut merupakan pelaksanaan ke-27. Kegiatan ini melibatkan 109 pelaku usaha dari Aceh dan 40 pelaku usaha dari Jawa Timur.
Pertemuan bisnis tersebut menyasar transaksi berbagai produk yang saling melengkapi, meliputi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan, dan fesyen.
Agenda tersebut juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antardinas terkait serta kesepakatan dagang yang melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), serta pelaku usaha dari kedua provinsi.
Melalui misi dagang ini, Aceh dan Jawa Timur diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi produk unggulan masing-masing daerah, meningkatkan nilai perdagangan, serta membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.
Dengan demikian, kerja sama kedua provinsi diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi, tetapi juga membuka peluang investasi dan pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.[]






