Forumrakyat.co.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong transformasi digital di sektor kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat penerapan aplikasi Rekam Medis Elektronik (RME) di seluruh Puskesmas guna meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memastikan pengelolaan data pasien lebih tertata.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Implementasi Aplikasi Rekam Medis Elektronik yang digelar Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) di Aula Puskesmas Meuraxa, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dibuka langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, ini diikuti 35 peserta yang terdiri dari perwakilan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Untuk mendukung pelatihan, Dinkes turut menghadirkan dua pemateri dari PT Infokes.
Wahyudi mengatakan, penerapan RME menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Menurutnya, digitalisasi rekam medis bukan sekadar mengubah pencatatan pasien dari sistem manual ke elektronik, tetapi juga membangun tata kelola pelayanan kesehatan yang lebih efektif, terstruktur, dan akuntabel.
“Penerapan Rekam Medis Elektronik harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia serta kemampuan petugas dalam mengoperasikan aplikasi secara optimal. Melalui kegiatan ini, kita berharap seluruh Puskesmas dapat mengimplementasikan RME dengan baik,” ujar Wahyudi.
Dia berharap penggunaan aplikasi RME dapat membuat proses pencatatan dan pengelolaan data pasien semakin tertata, sehingga turut mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan aplikasi RME. Materi mencakup proses pendaftaran pasien, pengisian rekam medis, pencatatan diagnosis dan tindakan medis, pengelolaan resep, hingga penyelesaian kunjungan pasien sesuai kewenangan masing-masing petugas.
Petakan Kendala, Siapkan SDM di Setiap Puskesmas
Selain meningkatkan kemampuan petugas, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh untuk memetakan berbagai tantangan dalam penerapan sistem rekam medis elektronik.
Melalui simulasi dan uji coba pelayanan pasien, peserta diajak mengidentifikasi sejumlah potensi kendala, mulai dari kestabilan jaringan internet, ketersediaan perangkat komputer, akun pengguna, kompetensi sumber daya manusia, hingga integrasi aplikasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar penerapan RME tidak hanya berjalan pada tahap pelatihan, tetapi benar-benar dapat diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari di setiap Puskesmas.
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh juga mendorong tersedianya petugas terlatih di masing-masing Puskesmas. Dengan demikian, setiap fasilitas pelayanan kesehatan memiliki sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan aplikasi sekaligus membantu mengatasi kendala teknis di lapangan.
Melalui implementasi RME, Pemkot Banda Aceh berharap pelayanan kesehatan masyarakat semakin efisien dengan dukungan pencatatan medis yang lebih terstruktur dan pemanfaatan teknologi informasi yang optimal.
Transformasi digital ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kota Banda Aceh, sekaligus mendorong fasilitas kesehatan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.







