BANDA ACEH, FR – Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Rizal Hasan, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh) dalam memperjuangkan penyelesaian berbagai persoalan kekhususan Aceh.
Faisal menegaskan, perjuangan masyarakat Aceh dalam menanti penyelesaian persoalan kekhususan telah berlangsung selama 21 tahun. Ia menyambut baik pertemuan Mualem dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, yang turut membahas persoalan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini persoalan kekhususan Aceh sudah dibahas Mualem dan Dek Fadh bersama Bapak Presiden. Ini menjadi langkah penting dalam upaya memperjuangkan hak-hak masyarakat Aceh,” kata Faisal, Rabu (4/11/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan tahniah kepada Mualem atas perjuangannya, meskipun saat ini masih menjalani pengobatan jalan.
Menurut Faisal, komitmen Mualem untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Aceh patut diapresiasi. Ia berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, dapat mengakomodasi berbagai persoalan Aceh yang belum terselesaikan.
Faisal menyebut, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah keberlanjutan penyelesaian kekhususan Aceh yang dinilainya belum tuntas sejak masa pemerintahan almarhum Zaini Abdullah pada 2014.
“Kami berharap pemerintah pusat melihat persoalan Aceh secara serius, baik terkait perjanjian yang telah disepakati maupun penyelesaian persoalan pascabencana,” ujarnya.
Faisal juga mengimbau masyarakat Aceh serta aparat keamanan TNI dan Polri untuk tetap bersabar dan menjaga situasi tetap kondusif.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Aceh telah melalui perjalanan panjang dan pengorbanan besar, sejak masa penjajahan Belanda hingga berbagai konflik yang terjadi di daerah tersebut.
“Jangan sampai rakyat kembali menjadi korban. Masyarakat Aceh sudah cukup banyak berkorban. Karena itu, kita harus mengedepankan kesabaran dan menjaga perdamaian,” kata Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menyatakan dirinya bersama para staf khusus gubernur, DPRA, dan jajaran Pemerintah Aceh siap mengawal visi dan misi pemerintahan Mualem-Dek Fadh.
Ia menilai pemerintahan Mualem-Dek Fadh menghadapi tantangan berat, terutama setelah Aceh dilanda bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025.
Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan rumah dan harta benda masyarakat di sejumlah wilayah. Hingga kini, sebagian warga terdampak masih menghadapi dampak bencana dan trauma.
Faisal juga menyoroti kembali ditetapkannya status tanggap darurat bencana di Aceh. Menurutnya, kondisi tersebut menambah beban pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pemulihan masyarakat.
Atas kondisi itu, Faisal mengapresiasi upaya Mualem dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh, baik dalam penyelesaian persoalan kekhususan maupun penanganan dampak bencana.
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap Aceh melalui langkah konkret, termasuk menuntaskan persoalan yang telah lama menjadi perhatian masyarakat serta mempercepat pemulihan pascabencana.
Faisal menegaskan, dukungan dan pengawalan terhadap pemerintahan Mualem-Dek Fadh akan terus dilakukan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Aceh. FDTU







