ACEH TIMUR, FR — Memasuki hari kedelapan, banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur terus melumpuhkan aktivitas pemerintahan, sekolah, hingga layanan publik. Wilayah yang terdampak masih berada dalam kondisi kritis akibat padamnya listrik, hilangnya akses internet, serta terputusnya jaringan seluler.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan bahwa sejak Sabtu (29/11/2025), seluruh fasilitas komunikasi di kabupatennya tidak lagi berfungsi. “Telepon, internet, sampai aliran listrik semuanya padam. Kami benar-benar blank spot. Saat ini kami hanya mengandalkan jaringan internet Starlink, itu pun masih sangat terbatas,” ujarnya.
Selain terganggu oleh padamnya jaringan komunikasi, Iskandar juga mengungkapkan bahwa suplai pangan bagi para pengungsi mulai menipis. Banyak jalur distribusi tidak bisa dilewati karena ditutup banjir setinggi dada orang dewasa. Jalan lintas utama dan beberapa jalan penghubung di Aceh Timur saat ini sudah tak dapat dilalui sama sekali.
“Kami memohon perhatian penuh dari Bapak Gubernur Aceh dan Presiden RI untuk membantu Aceh Timur, baik dalam kondisi darurat ini maupun tahap pemulihan nantinya. Kerusakan yang terjadi sangat luas, dan hingga kini kami belum bisa mendata secara menyeluruh,” terang Iskandar.
Pemerintah Aceh Timur, tambahnya, tetap berupaya menjangkau warga yang terisolasi serta menyalurkan bantuan ke lokasi pengungsian sebisa mungkin, meski dengan segala keterbatasan akibat terputusnya sarana transportasi dan komunikasi.
Banjir yang meluas ini menambah panjang daftar desa terdampak di Aceh Timur, dan situasi diperkirakan belum akan pulih dalam waktu dekat. Pemerintah daerah meminta seluruh pihak bersinergi untuk memastikan bantuan darurat terus mengalir bagi warga yang masih terjebak banjir maupun yang mengungsi.






