BANDA ACEH, FR – Antrean panjang kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk, masih terlihat di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banda Aceh dan sekitarnya. Sejak beberapa hari terakhir, ribuan kendaraan mengular hingga ke badan jalan, membuat para pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Meski stok BBM dilaporkan aman, padatnya kendaraan yang datang dalam waktu bersamaan menyebabkan proses pengisian berjalan lambat. Banyak warga bahkan terpaksa berpindah-pindah SPBU karena antrean terlalu panjang dan tidak sedikit yang pulang tanpa mendapatkan giliran.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, turun langsung meninjau sejumlah SPBU untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk antre dengan tertib dan mengikuti arahan petugas. Belilah BBM sesuai kebutuhan,” ujar Kapolresta.
Ia menegaskan pihak kepolisian tidak akan mentolerir praktik penimbunan ataupun penjualan BBM dengan harga tinggi.
“Jangan ada niat menimbun BBM atau memperjualbelikannya dengan harga tidak wajar. Itu merupakan tindak pidana. Jika kami temukan, akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegasnya.
Kapolresta juga meminta semua pihak menjaga stabilitas kota dan tidak mengambil keuntungan di tengah situasi sulit. “Jangan memanfaatkan penderitaan orang lain. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk tidak menimbun BBM atau menjualnya di atas harga yang ditetapkan Pertamina,” pungkasnya. [**]






