Aceh Timur, FR – Perjuangan warga Dusun Bidari, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, yang terisolasi akibat akses jalan terputus akhirnya mendapat perhatian serius. Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Rizal dan Hendra Fauzi, turun langsung ke lokasi dengan menerobos jalur hutan ekstrem yang dipenuhi tanjakan curam dan kubangan lumpur.
Perjalanan menuju lokasi terdampak banjir itu tidak mudah. Rombongan harus menggunakan sepeda motor trail dan mobil gardan ganda 4×4 demi menembus medan berat. Kondisi di lapangan disebut memprihatinkan, dengan akses utama warga benar-benar lumpuh.
Di lokasi, Stafsus Gubernur Aceh memberikan peringatan keras kepada PT 66, perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Perusahaan diminta segera mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang selama ini terputus.
“PT 66 harus menunjukkan komitmen nyata. Keberadaan perusahaan di sini wajib dibarengi tanggung jawab sosial, apalagi dalam kondisi darurat seperti ini. Kami mendesak mereka segera menurunkan alat berat agar jalur darurat bisa dilalui kembali oleh warga,” tegas Faisal Rizal.
Menurut laporan warga, selama ini masyarakat terpaksa mempertaruhkan nyawa dengan menempuh jalur sungai dan hutan selama berjam-jam hanya untuk mencapai pusat kecamatan. Situasi itu semakin memburuk setelah banjir memutus satu-satunya akses darat.
Pemerintah Aceh menegaskan akan terus memantau tindak lanjut PT 66 dan memastikan akses masyarakat kembali terbuka secepatnya.
Sumber : Serambinews.com






