JAKARTA, FR — Lembaga kajian kebijakan publik IndexPolitica menilai kematian YBS (10), siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bentuk social murder atau pembunuhan sosial akibat kegagalan sistem pendidikan melindungi anak dari keluarga miskin.
Direktur Eksekutif IndexPolitica Alip Purnomo menyebut tragedi tersebut mencerminkan tekanan sosial dan psikologis yang dialami murid miskin dalam praktik pendidikan yang minim sensitivitas sosial.
YBS diketahui meninggal dunia setelah beberapa hari tidak masuk sekolah. Sebelumnya, keluarga tidak mampu memenuhi permintaan buku dan alat tulis akibat keterbatasan ekonomi ekstrem.
“Sekolah tanpa perlengkapan belajar bagi anak miskin adalah tekanan psikologis serius, bukan sekadar persoalan akademik,” ujar Alip, pada Kamis (5/2).
IndexPolitica mendesak pemerintah mengevaluasi sistem pendidikan dasar, terutama di wilayah miskin dan tertinggal, agar perlindungan martabat dan kesehatan mental anak menjadi bagian utama kebijakan pendidikan nasional.






