Bandung, FR – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Bandung berubah mencekam. Aksi yang semula berlangsung kondusif mendadak diwarnai kerusuhan setelah sekelompok massa berpakaian serba hitam melakukan perusakan brutal di kawasan simpang Jalan Cikapayang–Tamansari, Jumat (1/5/2026) malam.
Kelompok tersebut datang dengan wajah tertutup dan bergerak agresif ke sejumlah titik fasilitas publik. Mereka dilaporkan merusak lampu lalu lintas, kamera pengawas (CCTV), membakar pos polisi, videotron, hingga sebuah kios milik warga.
Insiden ini sontak memicu kepanikan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Petugas gabungan dari Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung kemudian bergerak cepat membubarkan massa yang terus bertindak anarkis. Sejumlah orang langsung diamankan aparat di lokasi kejadian.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan, kelompok pembuat kerusuhan tersebut bukan bagian dari elemen buruh maupun mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi damai.
Menurut Rudi, pelaku memiliki ciri khas yang identik dengan kelompok anarko: mengenakan pakaian hitam, menutup muka, membawa bahan bakar, benda berbahaya, bahkan molotov.
“Ini kelompok masyarakat tidak dikenal. Mereka berpakaian hitam, tutup muka, membawa benda berbahaya, membawa bahan bakar dan melakukan perusakan,” ujar Rudi kepada wartawan saat meninjau pengamanan di Bandung.
Ia menekankan, apa yang dilakukan massa tersebut murni tindak kriminal dan sama sekali tidak berkaitan dengan penyampaian aspirasi Hari Buruh.
“Tidak ada orasi, tidak ada penyampaian pendapat. Yang ada hanyalah perusakan. Ini tindakan kriminal yang membahayakan masyarakat dan harus ditindak tegas,” katanya.
Kapolda memastikan aparat kini memburu seluruh pelaku yang terlibat, termasuk mendalami kemungkinan adanya kelompok terorganisir di balik aksi pembakaran dan vandalisme tersebut. Polisi juga masih menghitung total kerugian akibat rusaknya sejumlah fasilitas negara dan milik warga.
Sementara itu, situasi di kawasan Tamansari dan sekitarnya berangsur kondusif setelah ratusan personel gabungan disiagakan hingga larut malam. Garis polisi dipasang di beberapa titik bekas pembakaran untuk kepentingan penyelidikan.
Kericuhan ini menjadi catatan kelam dalam peringatan May Day Bandung tahun ini, di tengah agenda buruh yang sejatinya berlangsung damai di sejumlah daerah lain di Jawa Barat. (*)







