Sabang, FR – Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Muhammad Bilal Ramzi Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati, asal Sabang yang menjadi korban meledak bagian mesin kapal KMP Aceh Hebat 2 meninggal dunia pada Kamis 25 Juni 2026 sekira pukul 20.00 WIB di Rumah Sakit Umum dr Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Korban meninggal dunia akibat ledakan KMP Aceh Hebat 2 kini bertambah setelah sebelumnya Taruna yang sama asal Binjai Sumatera Utara meninggal dunia dalam perawatan medis. Korban ledakan kali ini Muhammad Bilal Ramzi, salah seorang taruna Politeknik Pelayaran Malahayati asal Kota Sabang.
Korban Muhammad Bilal Ramzi meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif beberapa waktu di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, sejak kejadian pada 12 Juni 2026 lalu saat sandar di pelabuhan Ulee lheu Banda Aceh.
Muhammad Bilal Ramzi sebelumnya menjalani perawatan sejak 12 Juni 2026 setelah mengalami luka bakar akibat ledakan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Atas meninggalnya Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Muhammad Bilal Ramzi, Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh Juliansyah membenarkan kabar meninggalnya korban.
Ia mengatakan pihak ASDP terus melakukan pendampingan terhadap korban dan keluarga sejak insiden terjadi. Korban akan di bawa pulang ke kampung halamannya di Kota Sabang.
“Benar bang, korban meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUZA, jenazah akan dipulangkan ke Sabang” kata Juliansyah, Kamis (25/06/2026).
Dijelaskan, pihak ASDP turut membantu proses penanganan korban, termasuk koordinasi dengan keluarga hingga proses pemulangan jenazah ke daerah asal.
Muhammad Bilal Ramzi menjadi korban meninggal dunia kedua dari insiden ledakan KMP Aceh Hebat 2. Sebelumnya, Fakhri Herdieco (19), taruna Politeknik Pelayaran Malahayati lainnya, juga meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
Ledakan KMP Aceh Hebat 2 terjadi pada 12 Juni 2026 di ruang mesin kapal. Insiden tersebut menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, dengan mayoritas korban merupakan taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang sedang menjalani praktik lapangan di atas kapal.
Seluruh korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUZA Banda Aceh. Beberapa korban menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius yang dialami., jelasnya.
Sementara itu, Humas RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Rahmadi belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi terakhir korban maupun penanganan medis setelah dikonfirmasi wartawan.
Hingga saat ini, penanganan terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh pihak medis. Perkembangan kondisi para korban masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait. (R)






