87 Warga Dilayani Gratis, Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang Resmi Memulai Pengabdian Pascabencana

oleh

“Momentum soft launching ini bukan sekadar membuka sebuah klinik. Lebih dari itu, kami ingin memastikan masyarakat Aceh Tamiang tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan gratis sebagai bagian dari ikhtiar pemulihan pascabencana.”

[Apt. Juliansyah Putra, S.Farm. Penanggung Jawab Klinik PPKR BSMI]. Aceh Tamiang]

  • Soft launching bertepatan dengan Milad ke-24 BSMI menjadi penanda dimulainya layanan kesehatan dan rehabilitasi berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Tamiang yang masih berjuang bangkit setelah bencana hidrometeorologi.

DI TENGAH proses panjang pemulihan Aceh Tamiang pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan besar. Tidak hanya pemulihan infrastruktur, tetapi juga pemulihan kondisi fisik dan psikologis warga menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi.

Berangkat dari semangat kemanusiaan tersebut, Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Aceh Tamiang resmi memulai pengabdiannya melalui soft launching yang dirangkaikan dengan Milad ke-24 BSMI. Momentum itu diwujudkan dalam bentuk bakti sosial pelayanan dokter spesialis gratis selama dua hari, 27–28 Juni 2026.

Sebanyak 87 warga memanfaatkan layanan kesehatan tersebut. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan spesialis yang mudah dijangkau, berkualitas, dan terjangkau.

KLINIK Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Aceh Tamiang menggelar bakti sosial pelayanan dokter spesialis dan poli umum secara cuma-cuma sebagai rangkaian soft launching klinik sekaligus peringatan Milad ke-24 BSMI.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026, berhasil memberikan pelayanan kesehatan kepada 87 pasien dari berbagai wilayah di Aceh Tamiang.

Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang berlokasi di Jalan Medan–Banda Aceh, Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, tepat di depan Gedung Olahraga (GOR) Aceh Tamiang.

Penanggung Jawab Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang, Apt. Juliansyah Putra, S.Farm., mengatakan kehadiran klinik tersebut merupakan bagian dari komitmen BSMI dalam mendukung pemulihan sektor kesehatan masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang.

Menurutnya, soft launching yang bertepatan dengan Milad ke-24 BSMI menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan kesehatan berbasis kemanusiaan.

“Alhamdulillah, soft launching Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang dapat dilaksanakan bertepatan dengan Milad ke-24 BSMI. Momentum ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus komitmen kami untuk terus mendampingi dan melayani masyarakat Aceh, khususnya Aceh Tamiang, dalam proses pemulihan pascabencana,” ujar Juliansyah Putra, Sabtu (27/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dewan Pengurus Nasional (DPN) BSMI menghadirkan sejumlah tenaga medis dan dokter spesialis guna memberikan pelayanan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Tim medis terdiri atas dokter spesialis mata dr. Jamaludin, Sp.M, dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Annisa Anjani Ramadhan, Sp.D.V.E., FIMAA, yang sebelumnya pernah bertugas sebagai Emergency Medical Team (EMT) BSMI di Gaza, serta dokter umum dr. Masyithoh.

Pelayanan berlangsung secara intensif selama dua hari.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Annisa Anjani Ramadhan, melayani 13 pasien pada hari pertama dan 28 pasien pada hari kedua. Dengan demikian, total pasien yang mendapatkan pelayanan di poli kulit dan kelamin mencapai 41 orang.

Sementara itu, dokter spesialis mata, dr. Jamaludin, menangani 10 pasien pada 27 Juni dan 27 pasien pada 28 Juni sehingga total pelayanan mencapai 37 pasien.

Tidak hanya pemeriksaan kesehatan mata, tim medis juga melakukan tiga tindakan operasi katarak serta satu tindakan operasi minor bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Adapun layanan poli umum yang ditangani dr. Masyithoh melayani empat pasien pada hari pertama dan lima pasien pada hari kedua, sehingga total sembilan pasien memperoleh pelayanan kesehatan umum.

Secara keseluruhan, sebanyak 87 pasien menerima layanan pemeriksaan dokter spesialis maupun poli umum secara gratis selama pelaksanaan bakti sosial.

Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi sejak hari pertama kegiatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan dokter spesialis di Aceh Tamiang masih sangat besar, terutama setelah masyarakat menghadapi dampak bencana beberapa waktu lalu.

Juliansyah Putra menambahkan, rangkaian pelayanan kesehatan gratis tidak berhenti pada kegiatan soft launching. BSMI telah menjadwalkan pelayanan lanjutan berupa pemeriksaan dokter spesialis kandungan.

“Insyaallah, pada 4 Juli 2026 kami kembali menghadirkan pelayanan dokter spesialis kandungan secara gratis bersama dr. Masyitah Hamidah, Sp.OG. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan, Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang akan memberikan pelayanan kesehatan secara rutin setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Masyarakat cukup membawa dokumen identitas berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) serta nomor telepon yang dapat dihubungi.

“Pelayanan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi dan pemulihan pascabencana yang dijalankan BSMI. Warga cukup membawa identitas diri dan nomor telepon, insyaallah seluruh layanan akan diberikan secara gratis,” ujar Juliansyah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP, yang hadir mewakili Bupati Aceh Tamiang, menyampaikan apresiasi atas diresmikannya Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang.

Ia menilai kehadiran klinik tersebut akan memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan.

“Kami mengucapkan selamat atas soft launching Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang. Semoga kolaborasi pelayanan kesehatan seperti ini terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Aceh Tamiang,” ujarnya.

Kegiatan itu turut dihadiri para dokter spesialis, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, tokoh masyarakat sekitar klinik, serta warga yang mengikuti pelayanan kesehatan gratis.

Kehadiran Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat rehabilitasi masyarakat yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan medis secara berkelanjutan.

Di tengah proses pemulihan daerah pascabencana, akses terhadap layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan tanpa biaya menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kembali kualitas hidup masyarakat.

“Momentum soft launching ini bukan sekadar membuka sebuah klinik. Lebih dari itu, kami ingin memastikan masyarakat Aceh Tamiang tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan gratis sebagai bagian dari ikhtiar pemulihan pascabencana.”

[Apt. Juliansyah Putra, S.Farm. Penanggung Jawab Klinik PPKR BSMI]. Aceh Tamiang]

Bagi BSMI, pelayanan kesehatan bukan hanya tentang mengobati penyakit, melainkan juga memulihkan harapan. Di Aceh Tamiang, yang masih menata kehidupan setelah diterpa bencana hidrometeorologi, kehadiran Klinik PPKR BSMI menjadi simbol bahwa proses rehabilitasi tidak berhenti pada pembangunan rumah atau infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling mendasar manusia: kesehatan.

Melalui layanan dokter spesialis gratis, operasi katarak, hingga rencana pembukaan layanan spesialis kandungan, BSMI menunjukkan bahwa kerja-kerja kemanusiaan harus terus berlanjut, bahkan ketika sorotan publik terhadap bencana mulai mereda. Sebab, bagi warga yang sedang bangkit, setiap layanan kesehatan adalah investasi untuk memulai hidup yang lebih baik. []

No More Posts Available.

No more pages to load.