BANDA ACEH, FR – Ketua TP-PKK Kota Sabang sekaligus Ketua Dekranasda dan Forikan Kota Sabang, Nuri Farisal, menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dirangkaikan dengan pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Aceh serta kegiatan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) se-Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang diikuti jajaran TP-PKK, Dekranasda, dan Forikan dari kabupaten/kota se-Aceh tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antardaerah dalam pemberdayaan keluarga, pengembangan kerajinan daerah, peningkatan konsumsi ikan, serta penguatan potensi ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dibuka secara simbolis sebagai tanda dimulainya seluruh agenda. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang koordinasi dan berbagi pengalaman antardaerah, sekaligus mengevaluasi capaian berbagai program yang telah dilaksanakan.
Ketua TP-PKK Aceh, Marlina Hasan, mengapresiasi kerja para ketua TP-PKK kabupaten/kota dalam menjalankan program di daerah masing-masing. Ia mendorong seluruh jajaran TP-PKK, Dekranasda, Forikan, dan Bunda PAUD untuk terus bekerja bersama serta peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, penguatan peran keluarga, kemandirian masyarakat, pengembangan UMKM, dan pelestarian budaya perlu terus menjadi perhatian dalam pelaksanaan program di daerah.
Nuri Farisal menilai HKG PKK ke-54 menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen dan kebersamaan dalam menjalankan peran PKK yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
“Bagi kita, HKG PKK ini menjadi kesempatan untuk kembali menguatkan kebersamaan dan mengingatkan bahwa peran PKK sangat dekat dengan keluarga dan masyarakat. Kita ingin keluarga semakin berdaya dan masyarakat juga semakin aktif dalam mendukung berbagai program pembangunan,” ujar Nuri.
Ia mengatakan, semangat kolaborasi juga perlu diperkuat melalui berbagai program Dekranasda dan Forikan, terutama dalam mengembangkan potensi lokal agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Melalui Rakerda Dekranasda, kita bisa saling berbagi pengalaman dan melihat bagaimana potensi kerajinan di masing-masing daerah dapat terus dikembangkan. Begitu juga dengan Forikan, kita ingin masyarakat semakin gemar mengonsumsi ikan, sekaligus mendorong hasil perikanan agar dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Nuri berharap sinergi yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat dilanjutkan melalui program dan kolaborasi konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, kolaborasi ini terus berlanjut dan memberi dampak nyata, terutama dalam memperkuat keluarga, mengembangkan potensi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain agenda utama, rangkaian kegiatan turut diisi Lomba Masak Serba Ikan, pameran UMKM kabupaten/kota, serta Aceh Culinary Festival di Taman Ratu Safiatuddin.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus penguatan potensi produk unggulan daerah, kuliner, kerajinan, dan sektor ekonomi kreatif di Aceh.






