Forumrakyat.co.id |Meulaboh : Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar lomba memasak makanan tradisional berbahan dasar keladi yang diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan tersebut berlangsung di depan Lapangan Teuku Umar, Kecamatan Johan Pahlawan, Sabtu (10/10/2026).
Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarlembaga pemerintah, tetapi juga sebagai wadah untuk menggali kreativitas dalam mengembangkan kuliner tradisional yang berpotensi menjadi identitas khas Kabupaten Aceh Barat.
Penanggung jawab lomba, Dara Amelia, mengatakan bahwa keladi dipilih sebagai bahan utama karena merupakan salah satu bahan pangan tradisional yang dikenal masyarakat Aceh Barat. Melalui kegiatan tersebut, para peserta ditantang untuk menghadirkan berbagai inovasi menu olahan keladi yang berbeda dari sajian pada umumnya.
Menurut Dara, selama ini keladi lebih sering diolah menjadi masakan bening, sup, maupun gulai. Karena itu, lomba tersebut diharapkan mampu melahirkan beragam kreasi baru yang dapat memperkaya khazanah kuliner daerah.
“Selama ini kita mengenal keladi biasanya dimasak bening, dibuat sup, atau gulai. Nah, melalui kegiatan ini, kita ingin berkolaborasi dengan seluruh OPD untuk menciptakan ide-ide kreatif dan menghadirkan menu olahan keladi yang lebih beragam,” ujar Dara.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi potensi keladi agar dapat dikembangkan sebagai salah satu makanan tradisional unggulan Aceh Barat.
Pihaknya bersama dewan juri turut mendorong agar kuliner berbahan dasar keladi dapat dikaji dan dipersiapkan untuk diusulkan sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia serta memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kita ingin menggali lebih jauh potensi keladi sebagai salah satu kuliner khas Aceh Barat. Melalui lomba ini, kita mencoba mengeksplorasi berbagai kreasi baru selain sup keladi, sehingga ke depannya bisa menjadi salah satu sajian yang membanggakan daerah,” tambahnya.
Dara menyebutkan, lomba memasak tersebut diikuti oleh 26 peserta yang mewakili 26 instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Setiap peserta menampilkan kemampuan mengolah keladi dengan kreativitas dan ciri khas masing-masing.
Adapun aspek penilaian meliputi cita rasa masakan, estetika penyajian, teknik penataan makanan atau plating, serta sejumlah kriteria lainnya yang menjadi pertimbangan dewan juri dalam menentukan pemenang.
Berdasarkan hasil penilaian, Dinas Perkebunan berhasil meraih juara pertama dengan nilai 193 poin. Posisi kedua ditempati Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan nilai 174 poin, sedangkan juara ketiga diraih Bapperida dengan nilai 169 poin.
Sementara itu, kategori juara harapan pertama diraih Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) dengan nilai 160 poin, harapan kedua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) dengan nilai 151 poin, dan harapan ketiga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan nilai 137 poin.
Adapun penghargaan favorit diberikan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).
Melalui perlombaan ini, Pemkab Aceh Barat diharapkan dapat terus mendorong pelestarian kuliner tradisional sekaligus membuka peluang bagi lahirnya inovasi makanan lokal yang memiliki nilai budaya dan berpotensi dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari semarak perayaan HUT ke-438 Kota Meulaboh, sekaligus mempererat kebersamaan dan kolaborasi antar-OPD dalam mendukung pengembangan potensi daerah.
( Zaini Dahlan / forum rakyat )






