Maulid di Dayah Darul Muttaqin Perkuat Sinergi TNI dan Ulama

oleh

“Peringatan Maulid Nabi di Dayah Darul Muttaqin ini menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk terus meneladani sifat Rasulullah SAW, seperti kejujuran, amanah, kepedulian, dan persaudaraan.” [Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal. Danrem 011/Lilawangsa]

  • Danrem 011/Lilawangsa Teuku Mustafa Kamal menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Dandim 0103/Aceh Utara dan pimpinan Dayah Darul Muttaqin di Kecamatan Lapang.

HUBUNGAN TNI, ulama, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Aceh.

Di tengah kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan tradisi dayah, komunikasi antarelemen tersebut turut menentukan terpeliharanya persatuan dan ketertiban di tingkat lokal.

Komitmen memperkuat hubungan itu terlihat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Darul Muttaqin, Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu, 25 Oktober 2026. 

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal, menghadiri kegiatan tersebut bersama Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal.

Keduanya hadir memenuhi undangan pimpinan Dayah Darul Muttaqin, Tgk. H. Muzakkir, yang dikenal dengan sapaan Waled Lapang. 

Kehadiran unsur pimpinan TNI di lingkungan dayah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan kelembagaan antara aparat teritorial, ulama, dan masyarakat.

Silaturahmi TNI dan Ulama

PERINGATAN Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat.

Dalam kegiatan di Dayah Darul Muttaqin, hubungan antara pimpinan TNI dan ulama setempat menjadi salah satu aspek yang menonjol.

Danrem Teuku Mustafa Kamal dan Dandim Letkol Inf Faisal menghadiri acara tersebut atas undangan Waled Lapang.

Pertemuan itu sekaligus memperlihatkan komunikasi antara unsur komando kewilayahan TNI dan pimpinan lembaga pendidikan Islam di Aceh Utara.

Kedekatan ketiganya sebagai putra daerah Aceh turut menjadi latar hubungan tersebut.

Namun, dalam konteks tugas kewilayahan, hubungan personal tetap perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni membangun komunikasi, menjaga koordinasi, dan memperkuat hubungan antara institusi TNI dengan masyarakat.

Bagi aparat teritorial, komunikasi dengan ulama dan tokoh masyarakat merupakan bagian dari pendekatan kewilayahan.

Ulama memiliki peran dalam kehidupan keagamaan masyarakat, sedangkan TNI menjalankan tugas pertahanan negara serta fungsi teritorial sesuai ketentuan yang berlaku.

Hubungan yang terjaga di antara kedua unsur tersebut dapat mendukung penyampaian informasi, koordinasi sosial, dan pencegahan potensi gangguan keamanan.

Meski demikian, stabilitas daerah tetap membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Keteladanan Rasulullah Menjadi Pesan Utama

DALAM kesempatan tersebut, Danrem 011/Lilawangsa menekankan pentingnya menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah, seperti kejujuran, amanah, kepedulian, dan persaudaraan, relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi di Dayah Darul Muttaqin ini menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk terus meneladani sifat Rasulullah SAW, seperti kejujuran, amanah, kepedulian, dan persaudaraan,” ujar Teuku Mustafa Kamal.

Pesan tersebut menempatkan peringatan Maulid sebagai momentum untuk memperkuat penerapan nilai agama dalam hubungan sosial.

Kejujuran dan amanah, misalnya, berkaitan dengan tanggung jawab setiap individu dalam menjalankan tugas dan memenuhi kewajibannya.

Sementara itu, persaudaraan dan kepedulian menjadi dasar untuk menjaga hubungan sosial di tengah perbedaan.

Dalam kehidupan masyarakat, nilai-nilai tersebut tidak cukup disampaikan melalui kegiatan seremonial.

Penerapannya juga bergantung pada perilaku sehari-hari, kepatuhan terhadap aturan, serta kemampuan setiap unsur masyarakat menjaga hubungan yang tertib dan saling menghormati.

Bagi aparatur negara, keteladanan juga berkaitan dengan pelaksanaan tugas secara profesional, kepatuhan terhadap hukum, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Sementara itu, masyarakat dapat menerapkannya melalui sikap saling menghormati, menjaga ketertiban, dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik.

Alumni Dayah Jeumala Amal

TEUKU Mustafa Kamal merupakan putra daerah Aceh sekaligus alumni Dayah Jeumala Amal. Latar belakang pendidikan dayah tersebut menjadi bagian dari riwayat pendidikannya yang relevan dengan kehadirannya dalam kegiatan keagamaan di Aceh Utara.

Keterlibatannya dalam peringatan Maulid di Dayah Darul Muttaqin mempertemukan tugasnya sebagai pimpinan komando kewilayahan dengan kegiatan keagamaan masyarakat.

Namun, pelaksanaan tugas Danrem tetap berlandaskan tanggung jawab institusional.

Dalam konteks keamanan daerah, hubungan dengan ulama dan masyarakat perlu diterjemahkan melalui komunikasi yang terarah, koordinasi sesuai kewenangan, serta dukungan terhadap kehidupan masyarakat yang tertib.

Sinergi tersebut juga memerlukan kejelasan peran. Ulama menjalankan fungsi keagamaan dan pendidikan, sedangkan TNI melaksanakan tugas sesuai mandat dan ketentuan perundang-undangan.

Hubungan yang baik di antara keduanya tidak menghilangkan batas kewenangan masing-masing, tetapi dapat menjadi sarana membangun komunikasi yang konstruktif.

Di Aceh, keberadaan dayah memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Karena itu, komunikasi aparat teritorial dengan pimpinan dayah dapat menjadi salah satu jalur untuk memahami kondisi masyarakat dan memperkuat koordinasi pada tingkat lokal.

Menjaga Stabilitas Aceh Utara

DANREM 011/Lilawangsa berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat mempertahankan silaturahmi agar hubungan sosial tetap terpelihara.

Menurutnya, sinergi TNI, ulama, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga persatuan serta stabilitas keamanan, khususnya di Kabupaten Aceh Utara.

Pesan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Stabilitas daerah tidak hanya berkaitan dengan keberadaan aparat, tetapi juga dipengaruhi kepatuhan terhadap hukum, penyelesaian persoalan melalui jalur yang tepat, serta komunikasi yang berjalan baik antara masyarakat dan pemangku kepentingan.

Dalam kerangka itu, ulama dan pimpinan dayah dapat berperan melalui pendidikan keagamaan dan pembinaan masyarakat.

Sementara itu, aparat teritorial dapat menjalankan fungsi koordinasi kewilayahan sesuai tugas dan kewenangannya.

Peringatan Maulid di Dayah Darul Muttaqin menjadi salah satu kesempatan untuk memperkuat hubungan tersebut.

Akan tetapi, keberlanjutan sinergi tidak dapat diukur hanya dari kehadiran pejabat dalam sebuah kegiatan. Konsistensi komunikasi, koordinasi, dan pelaksanaan tugas di lapangan tetap menjadi bagian penting dari hubungan antarlembaga.

Kehadiran Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal dan Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Faisal dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Darul Muttaqin menegaskan pentingnya komunikasi antara TNI dan ulama di tingkat daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Danrem mengajak masyarakat menerapkan keteladanan Rasulullah SAW, menjaga silaturahmi, serta memperkuat persaudaraan.

Pesan itu sejalan dengan kebutuhan menjaga ketertiban dan stabilitas di Aceh Utara.

Tantangan berikutnya adalah memastikan hubungan yang terbangun dalam kegiatan keagamaan dapat berlanjut dalam komunikasi dan koordinasi yang sesuai dengan tugas masing-masing.

Dengan batas kewenangan yang jelas dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat, sinergi TNI, ulama, dan masyarakat dapat terus mendukung terpeliharanya persatuan serta keamanan daerah. []

No More Posts Available.

No more pages to load.