Forumrakyat.co.id |Meulaboh : Ketua Bidang Hukum DPD ( Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) Aceh Barat, Ahmadi Mahmud, S.H., mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto beserta tim gabungan atas keberhasilan mengungkap dugaan laboratorium atau pabrik narkotika jenis sabu di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, pada 21 Oktober 2026.
Pengungkapan tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus memperkuat upaya perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba yang dapat merusak kehidupan, menghancurkan keluarga, dan mengancam masa depan generasi muda Aceh.
Ahmadi Mahmud menyampaikan apresiasi tersebut pada Minggu (25/10/2026). Menurutnya, keberhasilan aparat penegak hukum mengungkap lokasi yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika merupakan langkah strategis dalam memerangi kejahatan narkoba yang semakin mengkhawatirkan.
Ia menegaskan, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya melalui penindakan terhadap pelaku, tetapi juga harus diiringi dengan pencegahan, edukasi, pengawasan lingkungan, serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Perang terhadap narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama. Aparat penegak hukum, pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus bersinergi agar peredaran narkotika dapat ditekan dan generasi muda terlindungi,” tegasnya.
Menurut Ahmadi, pengungkapan dugaan pabrik sabu di Pidie harus menjadi momentum untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya narkotika. Ia juga mendorong aparat penegak hukum agar terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan yang terlibat, termasuk sumber bahan baku, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut.
Ia menilai, Aceh membutuhkan komitmen bersama dan langkah nyata untuk mencegah narkoba merambah lebih jauh ke tengah masyarakat. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam membangun ketahanan generasi muda melalui pendidikan moral, komunikasi yang baik, dan pengawasan terhadap pergaulan anak.
“Masa depan Aceh berada di tangan generasi mudanya. Jangan biarkan narkoba merampas cita-cita, merusak keluarga, dan menghancurkan masa depan anak-anak kita. Mari bersama-sama melawan narkoba demi menyelamatkan generasi penerus Aceh,” ujarnya.
Ahmadi berharap, keberhasilan pengungkapan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk memperkuat gerakan antinarkoba secara berkelanjutan, sehingga Aceh dapat terbebas dari ancaman narkotika dan generasi mudanya tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, produktif, serta berdaya saing.
Ia menegaskan, IKAN Aceh Barat mendukung langkah penegakan hukum yang tegas dan profesional terhadap jaringan narkotika sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sekaligus mengajak masyarakat untuk berani melaporkan aktivitas mencurigakan melalui saluran resmi kepada aparat berwenang
( Zaini Dahlan / forum rakyat )






