ACEH UTARA, FR – Universitas Malikussaleh (Unimal) membekali 20 mahasiswa yang terlibat dalam Program Mahasiswa Berdampak yang didukung pendanaan BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pembekalan ini menjadi bagian dari persiapan mahasiswa sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gampong Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Program tersebut mengusung tema “Revitalisasi Ekonomi Hijau: Hilirisasi Agroforestri Multi-Produk Pascabanjir Hidrometeorologi”.
Kegiatan pembekalan yang berlangsung belum lama ini bertujuan menyamakan pemahaman mahasiswa mengenai arah dan tujuan program, pengembangan agroforestri, pendekatan pemberdayaan masyarakat, serta tanggung jawab masing-masing dalam pelaksanaan kegiatan.
Program ini dibimbing oleh Dr. Lukman, S.P., M.Si., selaku ketua tim dosen, bersama Dr. Ismadi, S.P., M.Si., dan Dr. Setia Budi, S.P., M.Si., sebagai anggota tim.
Sebanyak 20 mahasiswa dari empat program studi dilibatkan dalam program tersebut. Mereka terdiri atas 15 mahasiswa Agroekoteknologi, dua mahasiswa Agribisnis, dua mahasiswa Teknik Informatika, dan satu mahasiswa Teknik Sipil.
Dalam pembekalan, mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penanaman tanaman, tetapi juga pada pengembangan sistem agroforestri yang mengintegrasikan komoditas kehutanan, perkebunan, pangan, dan hortikultura.
Pengembangan agroforestri tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan potensi ekonomi masyarakat pascabanjir hidrometeorologi.
Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan konsep hilirisasi, yakni upaya meningkatkan nilai tambah hasil agroforestri melalui pengembangan dan pengolahan produk yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ketua tim dosen, Dr. Lukman, mengatakan pembekalan merupakan langkah penting untuk membangun pemahaman dan kesiapan mahasiswa sebelum terlibat langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Mahasiswa perlu memahami terlebih dahulu tujuan dan arah program yang akan dilaksanakan. Kami ingin agar seluruh mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga mampu memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat, mengenali potensi wilayah, serta memberikan kontribusi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing,” kata Lukman.
Ia berharap mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pembekalan juga mencakup penguatan koordinasi, kerja sama tim, komunikasi, serta pendekatan partisipatif dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Aspek tersebut dinilai penting karena keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan kegiatan teknis, tetapi juga kemampuan mahasiswa membangun hubungan dan kolaborasi dengan masyarakat setempat.
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi diharapkan menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program. Mahasiswa Agroekoteknologi akan berkontribusi dalam aspek budidaya dan pengembangan tanaman, sedangkan mahasiswa Agribisnis mendukung pengembangan ekonomi dan pemasaran produk.
Sementara itu, mahasiswa Teknik Informatika dan Teknik Sipil diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui penerapan kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Salah satu rencana kegiatan dalam program ini adalah pembibitan tanaman kehutanan dan perkebunan. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung ketersediaan bibit yang berpotensi dikembangkan masyarakat sebagai bagian dari penguatan sistem agroforestri.
Pengembangan tanaman juga akan mempertimbangkan potensi dan kondisi lingkungan Gampong Teupin Rusep.
Melalui pembekalan ini, Unimal berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang sama mengenai arah, tujuan, dan target program.
Dengan kesiapan serta kolaborasi lintas disiplin ilmu, mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung revitalisasi ekonomi hijau dan pengembangan potensi masyarakat pascabanjir hidrometeorologi. (*)






