Destinasi Pidie Jaya: Warna-Warni Pantai Wisata Islami Trienggadeng

oleh
oleh
Menikmati Pantai Wisata Islami Trienggadeng

Forumrakyat.co.id – Warna-warni pondok terbuat dari kayu dan bambu itu membuat pemandangan kian asri. Tampak bersih dengan padu padan berupa hiasan ornamen serta dekorasi di lokasi tersebut. Memang, keramaian akan tampak saat musim liburan, akhir pekan atau saat musim lebaran Idul Fitri tiba.

Suasana tersebut tergambar pada Pantai Wisata Islami Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay). Apabila datang dari Banda Aceh, jarak tempuh sejauh 148 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 48 menit dengan asumsi kondisi lalu lintas normal.

Pantai Wisata Islami Trienggadeng ini disebut juga dengan Pantai Kuthang. Pun demikian belum diperoleh informasi lebih lanjut kenapa Pantai Wisata Islami ini dikatakan Pantai Kuthang. Nah, terlepas dari itu semua, pastinya pengunjung yang datang ke sana dibuat terpesona.

Untuk memasuki Pantai Wisata Islami, wisatawan hanya membayar biaya parkir sekaligus tiket masuk yang terjangkau yakni, Rp 10 Ribu untuk mobil dan Rp 5 Ribu untuk sepeda motor. Pengunjung yang datang ke sini bisa menikmati keindahan dan bermain air di sekitar pantai mulai buka pukul 08.00 pagi hingga pukul 18.00 WIB sore.

“Pengelolaannya saya rasa cukup tertata. Pondok-pondoknya bersih, pantainya asyik, apalagi untuk bermain anak-anak. Dan kita bisa langsung memantau anak-anak bermain dari pondok, karena tak jauh dari bibir pantai,” sebut Musdalifah saat membawa anak dan keluarganya menghabiskan akhir pekan di Pantai Wisata Islami Trienggadeng ini, Minggu 6 Oktober 2024.

Saat anak-anak menikmati Pantai Wisata Islami Trienggadeng.

Bahkan, kata Musdalifa, pengunjung yang datang tak perlu membawa makanan banyak. Pasalnya, di Pantai Wisata Islami ini juga disediakan panganan yang harganya masih standar. Terkait fasilitas, menurut Musdalifa itu pun cukup mumpuni.

Seperti adanya tempat ibadah, ruang ganti, zona bermain anak-anak, pondok, gazebo, dan tempat bersantai lainnya.

Tempatnya yang strategis memudahkan siapa saja bisa berkunjung ke sini. Bagi yang melakukan perjalanan jauh, para pengunjung biasanya singgah ke Pantai Wisata Islami ini untuk melepaskan kepenatan sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya kembali.

Sesampainya di Pantai Wisata Islami, pengunjung akan disambut dengan halaman parkir yang cukup luas. Luasnya lahan parkir yang disediakan karena memang pantai yang satu ini selalu menjadi destinasi favorit warga Pidie Jaya.

Di tepi pantai juga tumbuh berderet pepohonan hijau yang bisa menjadi tempat berteduh bagi para wisatawan dari teriknya sengatan sinar matahari. Ombak di pantai ini pun cukup tenang, berbeda dengan kebanyakan pantai di Aceh.

Hal itu dikarenakan Pantai Wisata Islami menghadap ke Selat Malaka, yang memang tak memiliki ombak seganas Samudera Hindia yang berbatasan langsung dengan Aceh di bagian selatan.

Pintu gerbang memasuki Pantai Wisata Islami Trienggadeng.

“Jadi kita selaku orang tua tak khawatir kalau membawa anak-anak atau keluarga bersantai sejenak di Pantai Wisata Islami ini. Malah para pekerja pantai tetap bersiaga dan membersihkan sampah yang ada di seputaran pantai,” ungkap Payan yang juga membawa keluarganya mandi dan bersantai di Pantai Wisata Islami Trienggadeng ini.

Apabila ingin merasakan sensasi yang berbeda, pengunjung juga bisa memancing di tengah laut. Dengan hanya membayar sebesar Rp 50 ribu, akan diantarkan pihak pengelola menuju ke titik pemancingan di tengah laut, tak jauh dari Pantai Wisata Islami itu. Di sana kamu bisa memancing sepuasnya dari pagi hingga sore hari.

Lelah bersantai dan bermain di Pantai Wisata Islami, wisatawan juga bisa belajar untuk mengetahui sejarah dengan mengunjungi bunker peninggalan tentara Jepang. Hanya saja bunker tersebut tak terawat, dan bangunannya pun sudah mulai terkikis oleh hempasan gelombang air laut.

Sejauh ini, Pemkab Pidie Jaya terus berbenah untuk menarik pengunjung datang ke Pantai Wisata Islami Trienggadeng atau Pantai Kuthang. Bahkan Pantai Wisata Islami Trienggadeng ini salah satu lokasi wisata pantai yang tengah digalakkan pemerintah setempat. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.