LHOKSUKON | FR — Dua siswi asal Kabupaten Aceh Utara berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan lolos sebagai finalis semifinal Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Aceh tahun 2025. Kedua pelajar tersebut adalah Cut Syifa Maharany, siswi SMAS Iskandar Muda yang berkompetisi pada cabang mata pelajaran Kimia, serta Nurliya Fitrina dari SMAN 1 Nisam yang mengikuti cabang mata pelajaran Fisika.
Keduanya dinyatakan lolos setelah melalui tahap seleksi ketat di tingkat kabupaten yang berlangsung beberapa waktu lalu. Ajang OSN ini sendiri menjadi salah satu kompetisi akademik paling bergengsi di Indonesia, yang setiap tahunnya diikuti oleh ribuan siswa dari seluruh provinsi untuk menguji kemampuan di berbagai bidang sains.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan siswi Aceh Utara menembus semifinal OSN tingkat provinsi menjadi bukti nyata bahwa potensi akademik anak daerah mampu bersaing dengan siswa dari kabupaten/kota lainnya di Aceh.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Prestasi yang ditorehkan Cut Syifa Maharany dan Nurliya Fitrina merupakan bukti kerja keras siswa, dukungan guru, serta peran sekolah dalam membina talenta-talenta muda. Semoga hal ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lain di Aceh Utara untuk terus berjuang, berprestasi, dan membawa nama baik sekolah serta daerah tercinta,” ujar Muhammad Johan.
Ia juga menegaskan, Dinas Pendidikan Aceh melalui Kacabdin akan terus memberikan dukungan, baik berupa bimbingan maupun fasilitas, agar para siswa yang berkompetisi dapat tampil maksimal di setiap tahapan OSN. “Kita berharap nantinya ada wakil Aceh Utara yang bisa melangkah hingga tingkat nasional, bahkan membawa medali untuk Aceh,” tambahnya.
Selain sebagai ajang prestasi, OSN juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk melatih kecakapan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, serta membangun mental kompetitif siswa. Dengan demikian, para pelajar tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga yang akan berguna dalam perjalanan pendidikan mereka ke depan.
Prestasi yang diraih oleh kedua siswi ini disambut gembira oleh pihak sekolah masing-masing. Guru pembimbing menyatakan akan terus memberikan pendampingan intensif, termasuk pelatihan tambahan, agar para finalis semakin siap menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Dengan lolosnya dua siswi ini, Aceh Utara menambah daftar panjang siswa daerah tersebut yang mampu bersaing dalam ajang akademik tingkat tinggi. Masyarakat pun berharap prestasi serupa dapat terus lahir dari generasi muda Aceh Utara di masa mendatang.(Sayed Panton)






