Sabang, FR – Masyarakat Sabang menyesalkan atas sikap petinggi Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) yang dinilai sarat kepentingan, dimana salah seorang mantan Wakil Kepala yang telah dikeluarkan kini dikabarkan akan masuk lagi dengan jabatan yang lebih rendah. Yang mana jabatan sebelum dikeluarkan menjabat sebagai Wakil Kepala dan dengan kelihaian Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain mantan Wakil Kepala Abdul Manan kini akan menjabat sebagai Deputi Umum.
Masyarakat Sabang berharap kepada Gubernur Aceh selaku Ketua Dewan Kawasan (DKS), agar tidak melantik pejabat yang diakal-akali oleh pimpinan BPKS Iskandar Zulkarnain. Konon yang dilantik tiga pejabat penting dirubah BPKS itu merupakan kelompok kepentingan kepala BPKS sendiri.
“Kami masyarakat Sabang berharap kepada bapak Gubernur Aceh H Muzakir Manaf atau Mualem tidak melantik pejabat yang diajukan oleh Kepala BPKS itu, apalagi salah seorang dari mereka adalah orang yang telah diusir kenapa harus masuk lagi (Lagee Aneuk Yee Teubit Tamong / seperti anak ikan Yu keluar masuk),” kata tokoh masyarakat Sabang, Abdullah kepada awak media, Jum’at (10/10/2025).
Sementara itu keterangan dari para pengurus Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Sabang dan Pulo Aceh, mereka menilai apa yang dilakukan oleh Kepala BPKS Iskandar Zulkarnain, ini akan memperburuk kepercayaan masyarakat Sabang terhadap lembaga itu.
“Semoga Mualem tidak menyesetujui niat buruk kepala BPKS itu, jika juga dilantik kami khawatir selain memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap lembaga ini dan juga akan menghancurkan kemajuan Sabang,” kata salah seorang anggota KPA wilayah Sabang dan Pulo Aceh, yang namanya minta tidak dicantumkan.
Terkait munculnya akan ada pelantikan pejabat BPKS dikonfirmasi media ini Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam selaku anggota DKS ia menjelaskan, dirinya diberitahukan hanya secara lisan saja.
Seperti diketahui pelantikan pejabat secara diam-diam bisa menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akuntabilitas proses dalam menjalankan roda lembaga,.apalagi pelantikan dilakukan tanpa pemberitahuan publik dapat menimbulkan kesan bahwa proses tersebut tidak transparan.
Bahkan ada kesan pejabat yang dilantik secara diam-diam mungkin tidak merasa perlu bertanggung jawab atas tindakan mereka. Dan dapat memicu spekulasi tentang adanya praktik nepotisme atau kepentingan bagi mereka yang sudah sepakat sebelumnya.
Seharusnya harus dilakukan hal-hal lain dalam penjaringan calon pejabat untuk mengetahui kemampuan dan sosok yang akan duduk sebagai pimpinan. Artinya bukan atas kepentingan pibadi dan kelompok.
Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan pejabat yang akan dilantik dan dilakukan gladi pada pukul 15.00 WIB masing-masing Abdul Manan sebagai Deputi Umum, Fajran Zain sebagai Deputi Tekbang dan Teuku Ardiansyah menjabat sebagai Deputi Komersial.
Masyarakat Sabang minta kepada Dewan Perwakilan RakyatKota (DPRK), agar tidak diam saja atas apa yang terjadi terhadap kehidupan para pejabat BPKS, mereka dinilai bukan bekerja di lembaga kebanggaan masyarakat Sabang ini, melainkan cari makan dengan gaji besar. (Redaksi)






