Relawan UMUM: Bustami – Tu Sop Kolaborasi Pemimpin Menuju Kebangkitan Aceh

oleh
oleh

Banda Aceh, Fr – Relawan Umara – Ulama (UMUM) untuk Aceh menilai lahirnya pasangan Bustami Hamzah – Tgk H Muhammad Yusuf (Tu Sop) setelah mendaftar ke KIP Aceh Kamis 29 Agustus 2024 untuk maju Pilkada Aceh 2024 merupakan rekor sejarah di mana sekian dekade lamanya pasangan Ulama tidak lagi mendapat kesempatan untuk menjadi pasangan pemimpin Aceh.

Koordinator Relawan UMUM untuk Aceh Tgk Mukhtar Syafari S.Sos, MA menyebutkan Bustami Hamzah seorang birokrat senior yang meniti karir dari bawah sampai menjadi Kadis Keuangan, Sekda Aceh sampai menjadi Pj Gubernur Aceh. Walaupun dalam waktu yang sangat singkat tetapi mendapat apresiasi kesuksesan memimpin Aceh dari pemerintah pusat melalui Mendagri.

Pasangan Bustami – Tu Sop merupakan pasangan pemimpin yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk memimpin Aceh ke depan. Kolaborasi pasangan ini memiliki keahlian yang sangat mumpuni dan teruji untuk membangun kesejahteraan dan kejayaan Aceh berbasis Dinul Islam.

Aceh harus dibangun tidak hanya melakukan pendekatan dengan pemerintah pusat tapi juga pendekatan antara masyarakat Aceh dengan Allah sehingga dengan konsep ini diharapkan Aceh bisa segera bangkit dari kemunduran dan keterpurukan.

Kita harus melaksanakan pesan dan amanah indatu, para Sultan kita terdahulu, termasuk amanah tokoh perjuangan Aceh di abad modern, Wali Dr Tgk Hasan di Tiro LLM, Ph.D untuk menegakkan syariat Islam di Aceh.

Sejarah membuktikan bahwa kejayaan Aceh dimasa silam sehingga menjadi Kesultanan terbesar di Asia Tenggara disebabkan Aceh menjalankan syariat Islam secara serius.

Tgk H Muhammad Yusuf (Tu Sop) seorang Ulama dan Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) memiliki kelebihan yang tidak dimiliki Bustami bahkan tidak dimiliki seorangpun bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang maju pada Pilkada 2024.

Suatu syarat yang paling penting untuk membangun peradaban dan kejayaan suatu bangsa adalah membangun akhlaq dan moralitas anak bangsa.

Akhlaq menjadi pondasi paling menentukan bagi majunya peradaban dan kemakmuran suatu bangsa. Dan sebaliknya krisis akhlaq juga berpengaruh besar bagi kehancuran suatu bangsa, jelas Tgk Mukhtar Syafari.

Pasangan pimimpin Aceh ke depan harus mampu memberi solusi terhadap krisis utama bagi Aceh yang sangat menentukan baik atau buruknya Aceh ke depan.

Krisis utama yang dihadapi Aceh saat ini adalah krisis keimanan, krisis ketaqwaan dan krisis akhlaq (moralitas). Jika kritis ini sudah ada solusinya maka Aceh diharapkan segera bisa keluar dari krisis ekonomi dan kesejahteraan yang dialami masyarakat Aceh.

Aceh sudah Allah karuniakan kekayaan alam yang melimpah tapi selama ini belum bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat Aceh karena tidak dikelola dengan prinsip Islam dan menggunakan potensi kultural (syariat). Sebut Tgk Mukhtar

Tu Sop seorang ulama yang sangat aktif berdakwah dengan jamaah dalam jumlah besar tentunya memiliki massa fanatik dan tim yang loyal sampai ke akar rumput.

Dengan dukungan segment pemilih yang berbeda antara Bustami dan Tu Sop, tentunya ini bisa menjadi dukungan suara bagi kemenangan pasangan Om Bus – Tu Sop untuk memimpin Aceh ke depan. Kita yakin pasangan Bustami – Tu Sop akan menang di atas 70% seperti kita menangkan Anies di Aceh pada Pilpres lalu.

Tu Sop tidak hanya punya modal elektabilitas yang tinggi tapi juga memiliki link yang kuat dengan elit kekuasaan di pusat. Ini bisa menjadi solusi untuk membangun Aceh ke depan untuk kesejahteraan Aceh secara berkeadilan.

Kita berharap Pilkada digelar secara jujur dan adil serta menghindari terjadinya kecurangan karena pemilihan yang curang akan melahirkan pemimpin yang curang. Kalau ini kembali terjadi maka akan merugikan Aceh dalam waktu yang lama. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.