SABANG FR – Komandan Kapal Polisi Wisanggeni-8005 AKBP Capt. Nyoto Saptono, S.H., M.Si, (Han)., M.Mar. beserta personelnya melaksanakan Program Prioritas Polri Sambang Nusa di Pulau Weh Sabang, Provinsi Aceh, Jum’at (25/10/2024).
Kegiatan tersebut diselenggarakan di Balai Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pasiran Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, dengan tujuan adalah dalam rangka memelihara stabilitas nasional dalam upaya memberikan jaminan keamanan di wilayah pulau-pulau terluar berpenghuni di Indonesia.
Kegiatan Program Prioritas Polri Sambang Nusa di Pulau Weh, Sabang, Provinsi Aceh di hadiri Waka Polres Sabang Kompol Salmidin, S.E., M.M., Perwakilan Walikota Sabang, Kasteldakim Imigrasi Kelas II TPI Sabang Mirza, Perwakilan KSOP Sabang, Komandan KAL Iboih I-1-71 Capt. Wahyu Hidayat, Kasi P2 Bea dan Cukai Sabang Bintang J. Purba.
Selain itu juga dihadiri, Kepala Dinas Perikanan Sabang Zulfan, S.Pi, Bhabinkamtibmas Kuta Timur Sabang Aipda Dicky, Bhabinkamtibmas Kuta Barat Bripka Bambang, Babinpotmar Lanal Sabang Serda Didi Sasmita, Babinsa Kuta Timur Sabang Serma Sutrisno, dan Babinpotdirga Lanud Sabang Sertu M. Samsul.
Kemudian juga turut hadir Geucik Kuta Timur Sabang Muhammad, Ketua Tuha Peut Saiful Bahri, Pokmaswas Sabang Syarifuddin, Panglima Laot Kota Sabang, Panglima Laot Lhok Balohan beserta anggota, Panglima Laot Lhok Jaboi beserta anggota, Panglima Laot Lhok Beurawang beserta anggota, Panglima Laot Lhok Keuneukai besertan anggota, Panglima Laot Lhok Paya beserta anggota, Panglima Laot Lhok Iboih beserta anggota, Panglima Laot Lhok Pria Laot beserta anggota, Panglima Laot Lhok Pasiran beserta anggota, Panglima Laot Lhok Iee Meulee beserta anggota, Panglima Laot Lhok Ujong Kareung beserta anggota, Panglima Laot Lhok Anoi Itam beserta anggota,Panglima Danau anak Laot;

AKBP Capt. Nyoto Saptono, S.H., M.Si(Han)., M.Mar., dalam sambutannya menyampaikan bahwa letak strategis geografis Pulau Weh Sabang, yang berbatasan langsung dengan perairan India, Thailand, dan Malaysia memiliki konsekuensi logis untuk menjaga dari ancaman tindak kejahatan melalui wilayah perairan perbatasan yang bisa masuk ke wilayah Indonesia.
Kejahatan lintas Negara diantaranya adalah penyelundupan narkoba, penyelundupan manusia, pencurian ikan dengan menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan hidup. Pencegahan terhadap kejahatan tersebut tidak dapat dilakukan sendiri tetapi diperlukan kerjasama dan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum dilaut., katanya.
Hal ini sebut AKBP Capt Nyoto Saptono,, sebagai paya meningkatkan kesadaran masyarakat juga tidak kalah pentingnya dalam pencegahan dan pengawasan terhadap tindak kejahatan di wilayah perairan perbatasan.
Tanpa ada dukungan masyarakat keberhasilan dalam pencegahan dan pengawasan tindak kejahatan tersebut tidak dapat dilaksanakan secara sempurna., jelasnya.
Bahaya penyalahgunaan narkoba lanjut AKBP Capt Nyoto Saptono, bisa mempengaruhi hubungan sosial generasi muda dan menyebabkan perubahan perilaku, ketidakstabilan emosional, dan ketidakmampuan untuk menjaga hubungan yang sehat dengan keluarga, teman, dan masyarakat. Penyelundupan manusia menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional, kesehatan masyarakat, pelanggaran hak asasi manusia dan integritas perbatasan Negara.
Penangkapan ikan dengan cara yang tidak diperbolehkan yang merusak ekosistem laut dan merusak terumbu karang seperti penggunaan jaring yang tidak sesuai dengan ketentuan, menggunakan bahan peledak.
Jadi, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri melaksanakan upaya pencegahan dengan melakukan patroli di wilayah perairan perbatasan, pembinaan pada masyarakat pesisir pantai selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal dalam mencegah terjadinya kejahatan di wilayah perairan Aceh., ungkapnya.
AKBP Capt Nyoto mengingatkan kepada seluruh nelayan, agar mengutamakan keselamatan dalam mencari ikan dilaut dengan cara menggunakan dan menyediakan alat-alat keselamatan diatas kapal, memantau cuaca melalui aplikasi BMKG, juga selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dilaut., harapnya.
Kegiatan Sambang Nusa ditutup dengan kegiatan penyerahan simbolis sarana kontak berupa sembako, bendera Indonesia, lifebouy, dan P3K kepada seluruh peserta yaitu panglima laot dan nelayan Kota Sabang. (Pa’DJ)









