Forumrakyat.co.id – Tingginya sekira 15 meter. Namun struktur bebatuan sangat menantang nyali bagi pecinta panjat tebing (climbing). Ya, lokasi tersebut adalah air terjun Lhok Jok. Berada di Kecamatan Manee, Kabupaten Pidie, air terjun ini tampak begitu asri alias belum terjamah tangan-tangan jahil manusia.
Dan, karena keasrian itu pula banyak pengunjung datang dari luar daerah Kabupaten Pidie. Hanya saja, karena lokasinya masih penuh dengan tumbuhan hutan, pengunjung dilarang untuk melakukan hal yang sembarang.
Untuk menempuh ke destinasi wisata yang satu ini, wisatawan harus menempuh jarak sekira 78 kilometer arah selatan Kota Sigli. Kalau dihitung waktu paling tidak sekitar 2 jam perjalanan. Pengunjung pun harus melewati pegunungan Tangse dengan jalan yang berliku.
Pun demikian lokasi yang dilintasi air terjun Lhok Jok cukup memanjakan mata. Malah di seputaran jalan akan ditemui warung-warung bersantai untuk melepas penat sebelum sampai di lokasi tujuan. Dari sana juga berjalan kaki kurang lebih 200 meter, berada di sisi kanan jalan nasional Tangse-Meulaboh.
“Sungguh luar biasa air terjun Lhok Jok ini. Udaranya segar, asri dan pastinya menghilangkan lelah setelah berjalan kaki. Saya kagum atas keberadaan air terjun ini,” ujar Andi Yudha, Sabtu 5 Oktober 2024.

Andi yang tinggal di Glumpang, Bireuen mengakui baru sekali ini datang ke air terjun Lhok Jok. Itu pun, kata dia, setelah beberapa temannya dulu menjajakkan kaki di air terjun yang masih ‘perawan’ ini. Nah, dari informasi teman tersebut membuat pemuda 22 tahun itu penasaran.
“Dan saya pun kesini bersama teman yang rumahnya dekat dengan lokasi air terjun ini. Ya, meski pun jauh dengan berjalan kaki tapi terbayarlah lelah ini, bang,” tukasnya.
Selain tempatnya yang bersih, objek wisata air terjun Lhok Jok juga dijadikan arena pendakian bagi pecinta alam dan olahraga panjat tebing. Pasalnya, lokasi tebingnya terbilang cukup menantang dan menjadi arena adu adrenalin bagi atlet panjat tebing.
Lain halnya Arya yang merupakan teman Andi. Arya bilang, setelah sampai di air terjun Lhok Jok tersebut, dia langsung menceburkan diri. Karena, kata Arya, jernihnya air ditambah desiran butiran yang jatuh dari ketinggian 15 itu membuatnya tak mau berlama-lama untuk menahan selera.
“Air terjun ini saya rasa memang berbeda. Butiran air terjun yang jatuh sangat terasa ke tubuh. Karenanya saya langsung mandi, berendam dan merasakan sentuhan air terjun yang jatuh dari atas,” imbuhnya.
Memang, aku Arya lagi, air terjun hempasan bisa mengobati lelah setelah berjalan hingga ke lokasi. “Butiran air terjun yang jatuh ke tubuh seperti pijatan refleksi. Untuk itu saya imbau wisatawan harus merasakan sensasi hempasan butiran air terjunnya, biar tahu faedahnya,” liri Arya.
Di bawah air terjun membentuk kolam yang tidak terlalu besar. Siapa pun yang melihatnya tidak berkuasa menahan diri untuk tidak menceburkan diri ke dalam kolam.
Diperkirakan air terjun Lhok Jok ini tetap terjaga keasliannya. Sehingga sensasi alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun nasional.
“Semoga air terjun Lhok Jok ini tetap dijaga. Dan kepada pemerintah setempat supaya lebih melestarikan dan mempromosikan lagi air terjun Lhok Jok. Sebab, saya rasa banyak warga yang terbantu dengan adanya air terjun Lhok Jok ini terutama dari segi perekonomiannya,” tandas kedua sahabat itu . (***)







