SABANG, FR – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 23 yang di Gampong Batee Shoek, Kecamatan Sukamakmeu, Kota Sabang, kini menjadi sekolah digitalisasi sekolah pertama di Sabang sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google. Dengan demikian sekolah yang sebelumnya sulit mendapat jaringan layanan internet, kini menjadi sekolah yang maju dan moderen.
Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dalam mengikuti perkembangan zaman, SDN 23 Kota Sabang, menjadi salah satu kandidat Sekolah Rujukan Google pertama di kota wisata ini.
Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen sekolah dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran bagi anak didik.
Dengan menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google, SDN 23 Sabang akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti akses ke sumberdaya pembelajaran digital yang lengkap, pelatihan bagi guru, serta kesempatan untuk berkolaborasi dengan
sekolah lain antar daerah, antar provinsi maupun antar negara yang memiliki visi serupa.
Ketua Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh Dr Muhammad Anis S.Si, M.Si usai mengunjungi SDN 23 Kota Sabang kepada wartawan mengatakan, Di-era digitalisasi ini kita harus mengikuti perkembangan, tidak terkecuali dalam hal bidang pendidikan kalau tidak akan ketinggalan dalam segala ilmu pengetahuan.
“Di-era mutakhir dan serba cepat dan canggih ini yang namanya digitalisasi itu adalah sebuah kebutuhan tidak terkecuali dalam hal bidang pendidikan,” ungkap Dr Muhammad Anis, Senin 11 November 2024.
Ia menjelaskan, kita memberikan pencerahan kepada teman-teman di SDN 23 Kota Sabang untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan juga bisa menggunakan media digital, dalam hal ini kita bisa menggunakan alat chromebook yang telah diberikan sebagai bantuan dari kementerian.
“Artinya kita menciptakan pembelajaran yang menyenangkan itu bisa juga dengan menggunakan media digital. nah, tinggal persoalan adalah akses internet, dan hari ini ada semacam solusi bagaimana mengatasi keterbatasan dalam hal akses internet,” jelasnya.
Sebelumnya SDN 23 Sabang memang memiliki kendala di jaringan internet, dengan kedatangan tim Google dan memperkenalkan Skynet menjadi sebuah solusi untuk mewujudkan komitmen sekolah dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran.
“Sekolah ini dipilih untuk menjadi kandidat sekolah rujukan Google karena sekolah ini sudah punya Chromebook, cuma persoalannya adalah akses internet yang tidak ada, sehingga diperkenalkanlah alat ini kemudian keterbatasan tadi bisa diatasi,” jelas Dr Muhammad Anis.
Ia menambahkan, seperti yang saya sampaikan di awal bahwa digitalisasi termasuk dalam sektor pendidikan, itu adalah sebuah kebutuhan dan tentunya kita berharap dengan tersedianya platform digital dapat memicu anak lebih kreatif sehingga kualitas pendidikan bisa meningkat.
“Kita berharap proses belajar yang ada di sekolah ikut dalam platform digital, sehingga bisa memacu dan memicu anak-anak lebih kreatif, lebih aktif, lebih mengikuti pembelajaran secara menyenangkan dan dengan demikian kita berharap kualitas pendidikan itu bisa lebih meningkat,” harapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang melalui Sekretaris Dinas, Abdullah SE menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada tim Google yang telah memfasilitasi dan memilih SDN 23 Kota Sabang menjadi kandidat Sekolah Rujukan Google.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada tim Google yang telah memfasilitasi dan memilih SDN 23 Kota Sabang menjadi salahsatu kandidat Sekolah rujukan Google,” ungkap Abdullah.
Ia berharap akan ada sekolah-sekolah lain yang ada di sabang menjadi Sekolah Rujukan Google, sehingga nantinya bisa mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Kota Sabang. (Pa’DJ)








