Bikin Omzet Turun Pelaku Usaha di Batoh Tolak Parkir Elektronik

oleh
oleh
Spanduk Tolak Parkir Elektronik mulai dipasang para pengusaha di daerah Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Foto: Forumrakyat.co.id

BANDA ACEH – Sejumlah pelaku usaha dan pekerja di kompleks pertokoan Batoh, Banda Aceh, menolak kebijakan sistem parkir elektronik berbasis portal yang baru-baru ini diterapkan.

Mereka mengeluhkan dampak negatif yang dirasakan, mulai dari menurunnya jumlah pelanggan hingga beban biaya parkir yang dinilai tidak masuk akal.

“Kami sangat keberatan. Sejak portal parkir ini dipasang, pelanggan malas masuk karena harus antre dan membayar lebih mahal. Akibatnya, omzet usaha kami anjlok,” kata salah satu pemilik toko, Selasa (11/02/2025).

Tak hanya itu, aturan parkir ini juga membebani pemilik dan pekerja toko di kawasan tersebut. Mereka mengaku harus membayar biaya parkir bulanan, meskipun bekerja di area itu setiap hari.

“Setiap toko kena biaya parkir bulanan hanya karena kendaraan kami ada di sini, padahal kami bekerja di kawasan ini. Ini sangat memberatkan. Bayangkan, kami cari nafkah di sini, tapi justru dipalak dengan aturan yang tidak berpihak pada kami,” ujar seorang pekerja dikawasan tersebut.

Sistem parkir elektronik ini disebut-sebut bertujuan untuk menertibkan kendaraan dan meningkatkan pendapatan daerah.

Namun, para pelaku usaha menilai kebijakan ini justru menjadi penghambat aktivitas ekonomi.

“Kami tidak menolak parkir berbayar, tapi kalau sampai harus bayar bulanan hanya karena bekerja di sini, ini harus dievaluasi. Pemerintah daerah perlu turun tangan,” tegas seorang pemilik warung kopi.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola atau pemerintah kota terkait protes ini.

Namun, para pedagang dan pekerja di kawasan pertokoan Batoh berharap ada solusi yang lebih adil agar mereka bisa tetap berusaha tanpa beban tambahan yang tidak wajar.

No More Posts Available.

No more pages to load.