Banda Aceh, FR – Salut setinggi-tingginya untuk rakyat Aceh, mulai Wali Nanggroe, Mualem, Mayjen (Purn) Hafiel dan kawan-kawan seperti Prof. Humam Hamid, cendekiawan, anggota DPR/DPD RI, dan Bupati/ Walkota.
Teristimewa Aceh Singkil, para mantan pejuang GAM, Mahasiswa, hingga masyarakat dari Kota hingga pelosok, semua bersatu, berdoa, dan bersuara menolak Kepmendagri yang sempat “memindahkan” Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang ke Sumatra Utara.
Demi marwah dan harga diri Tanah Rencong, semua turun gunung menjadi satu barisan, menghadapi ancaman perampasan 4 pulau yang sah dan tercatat sebagai harta milik provinsi Aceh.
Ditengah gelombang persatuan itu ada juga suara yang berseberanga, antara lain Bung Nasir Jamil (3 periode DPR-RI) dan Pak Safrizal ZA (Dirjen Bina Adwil, eks Pj Gubernur Aceh). Semoga ke depan kita bisa duduk satu meja, memandang persoalan ini dengan kacamata yang sama : Aceh yang bermartabat!.
Pun begitu sang Presiden Prabowo Subianto yang cinta kedamaian dengan cepat dan tegas mengambil alih atas perseteruan 4 pulau yang pindah kedudukan itu.
Alhamdulillah kabar baik pun langsung keluar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dimana pada 17 Juni 2025 Presiden Prabowo Subianto resmi menyatakan keempat pulau tersebut sah milik Aceh; Mendagri Tito langsung menyiapkan revisi aturan batas wilayah, kembali merujuk kesepakatan tahun 1992.
Teurimong geunaseh Pak Presiden, dan terima kasih kepada setiap tangan yang ikut menoreh kisah ini, baik di jalan-jalan, di ruang rapat, di kolom-kolom medsos, maupun melalui bentangan do’a-doa yang menembus langit.
Ke 4 pulau memang pulang, tetapi yang lebih besar adalah kembalinya keyakinan kita. Ketika Aceh bersuara serempak, laut dan langitpun pun mengabarkan kemenangan.
Ini adalah pertanda baik dan energi luar biasa kuat utk membangun Aceh ke masa hadapan, yg lebih bersih, lebih sinergis, kompak dan lebih bermartabat.
Semoga Mualem dan dekFadh, pak Gub dan pak Wagub Aceh bisa membaca tanda tanda ini, bangkit dari keterpurukan menuju masyarakat Aceh yg kuat, adil dan makmur sejahtera. Acehkuat, AcehAdil, AcehMakmu Sejahtera.
Penulis : Harjuna Ishak






