Forumrakyat.co.id |Meulaboh : acara di buka langsung oleh Dandim O105 dalam hal di wakili oleh mayor CKE teguh widodo pada hari Rabu 15 0ktober 2025 yang di hadiri para undangan dari berbagai unsur yang ada dalam kabupaten Aceh barat antara lain FORKAB,FKPPI,HIPAKAD,Mahasiswa UTU dan unsur elemen lainnya lebih kurang seratus peserta memenuhi ruang aula kodim Aceh barat.
Kapolres Aceh barat,AKBP Yoghi Hadisetiawan mengadakan dalam menanganan khusus kematian lakalantas tidak ada istilah berdamai secara kekeluargaan tetap harus di proses melalui hukum namun pada umumnya khusus laka lantas kebanyakkan di selesai kan secara berdamai kedua belah pihak saling memaafkan sehingga tidak terjadi konflik kedua belah pihak.
Ada salah satu peserta menanyakkan kepada bapak Kapolres kok urus sim harus bayar dan kalo tidak di bayar hampir tidak lulus ada calo polisi meminta duit pengurusan SIM… Kapolres yhogi secara tegas menjawab ” siapa orangnya dan di mana kejadian kasih tau kami biar kami tindak ” dengan suara tegas.
Lalu Kapolres di cerca lagi pertanyaan dari salah satu peserta FKPPI menanyakan tentang antrian BBM di SPBU Meulaboh yang tidak pernah sepi dan mengharap agar masalah antrian cepat di bereskan lalu Kapolres Yoghi menanggapi ” masalah antrian BBM kami sudah sering menghimbau dan juga memasang spanduk agar BBM subsidi di berikan pada pengguna kendaraan yang ada barcode, dan kami juga tidak mungkin patroli terus setiap hari dispbu personil polisi habis semua nanti pada disitu semua kan tidak mungkin…lalu beliau karena sesuatu hal langsung buru buru meninggalkan ruang pertemuan menuju mobil.
Acara terus berlanjut yang di isi oleh Kakesbangpol Abdurrani S.Pd,M.pd dengan materi regulasi penanganan konflik sosial. beliau memaparkan banyak hal salah satu yang menarik mengenai tapal batas kalo dulu batas batas lebih kurang tidak ada masalah karena dulu belum tahu di wilayah tersebut ada hasil bumi kalau sekarang banyak di ributkan tapal batas karena sudah banyak ada hasil. kalau di Aceh tidak ada konflik antar agama dan suku sepa Jang pengetahuannya menjabat tidak pernah ada kasus konflik agama maupun suku beda dengan wilayah lain di indonesia.
Setelah pembukuan acara tadi oleh Dandim yang diwakili oleh mayor CKE teguh Widodo acara di lanjutkan oleh KATIM Albert i mengatakan bahwa konflik tidak akan terjadi kalo di perangkat desa seperti kepala desa berperan aktif untuk mencari solusi seperti pengalaman beliau di paya kumbuh ada ketua adat atau Jurong yang akan mencari jalan keluar ketika ada permasalahan antar warga kelompok atau masyarakat
Semua permasalahan bisa di selesaikan hanya masalah cat langit yang tidak mungkin di lakukan. Jadi peran dari unsur bawah sangat penting jangan sampai terjadi konflik
( Zaini Dahlan )







