Banda Aceh, FR – Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haytar menerima kunjungan Komandan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Dansesko TNI) Marsekal Madya TNI Arif Widianto, S.A.B., M.Tr.(Han)., bersama rombongan perwira siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-54 Sesko TNI Tahun Anggaran 2025 di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis (30/10/2025).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Latihan Penyusunan Rencana Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) di wilayah Kodam Iskandar Muda. Agenda ini bertujuan memperluas wawasan para perwira siswa dalam memahami kondisi sosial, budaya, dan geografis Aceh sebagai unsur penting dalam perumusan strategi pertahanan nasional.
Dalam sambutannya, Marsekal Madya TNI Arif Widianto menyampaikan bahwa kunjungan ke Lembaga Wali Nanggroe menjadi bagian penting dari pembelajaran lapangan bagi para calon pemimpin TNI.
“Kami ingin para perwira siswa memahami bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kemampuan militer, tetapi juga pada harmoni sosial dan nilai-nilai kearifan lokal yang dijaga lembaga seperti Wali Nanggroe,” ujar Dansesko TNI.
Sementara itu, PYM Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haytar menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Lembaga Wali Nanggroe berfungsi sebagai pemersatu masyarakat Aceh, penjaga nilai adat, serta mitra strategis dalam memperkuat tatanan kehidupan yang damai dan bermartabat di Aceh.
“Kami menyambut baik kegiatan pendidikan seperti ini. Semoga para perwira siswa dapat memahami bagaimana nilai adat dan sistem kelembagaan lokal berperan dalam menciptakan stabilitas dan kedamaian di daerah,” tutur Wali Nanggroe.
Dalam pertemuan tersebut, PYM Wali Nanggroe turut didampingi oleh Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., Ketua Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Aceh, Tenaga Khusus Dr. Muhammad Raviq, serta Katibul Wali Abdullah Hasbullah, S.Ag., M.S.M.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Di akhir acara, Komandan Sesko TNI menyerahkan cenderamata kepada Wali Nanggroe sebagai tanda kehormatan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah dengan jajaran Lembaga Wali Nanggroe. [*]







