Nusaone.id |Meulaboh – Seminar dan diskusi yang digelar di ruang Auditorium Universitas Teuku Umar (UTU), Senin (3/10/2025), berlangsung hangat dan elegan. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, sejumlah kepala dinas dari Kabupaten Nagan Raya, penulis, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta instansi terkait lainnya.
Acara dibuka langsung oleh Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, khususnya kepada Teuku Zulkarnaini (Ampon Bang), Anggota DPR RI Komisi VII.
“Tidak cukup hanya dengan ilmu, tetapi kita juga harus memiliki akhlak yang mulia dan keterampilan. Kita harus mampu menjadi orang hebat dan membawa daerah ini menuju kemajuan,” ujar Prof. Ishak Hasan dalam sambutannya.
Ia menambahkan, untuk menjadikan Aceh Barat hebat, diperlukan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa pemimpin.
Sementara itu, Teuku Zulkarnaini (Ampon Bang) dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, Prof. Samsuar, tim penyusun buku, serta mahasiswa UTU.
Ampon Bang kemudian mengenang masa kecilnya yang penuh tantangan. Ia mengaku pernah tumbuh di lingkungan yang keras, kerap berpindah sekolah, bahkan dikenal sebagai anak yang nakal. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan hidupnya hingga akhirnya menempuh pendidikan di Medan dan melanjutkan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
“Karier saya dimulai dari camat. Hidup ini penuh tantangan, tapi di balik kesusahan selalu ada kemudahan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hidup sejatinya adalah ibadah.
“Selama ini banyak orang mengartikan ibadah hanya sebatas shalat. Padahal, menjadi pemimpin dan teladan bagi umat juga bagian dari ibadah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ampon Bang juga mengulas makna “Johan” pada gelar Pahlawan Nasional Teuku Umar. Ia menjelaskan bahwa istilah tersebut bukan berasal dari Belanda, melainkan dari bahasa Aceh “meu reu oeh” yang berarti keringatan.
“Makna ‘Johan’ adalah simbol dari perjuangan gigih Teuku Umar yang berjuang hingga bercucuran keringat dan tubuh kurus kering demi merebut kekuasaan dari penjajah,” pungkasnya.
( Zaini Dahlan/Forum Rakyat )







