Forumrakyat.co.id |Meulaboh – Arivin, seorang mantan kombatan yang pernah melalang buana selepas konflik Aceh, kini menjalani hari-harinya dalam kondisi sakit dan serba keterbatasan. Ia tinggal bersama istri tercinta di sebuah gubuk berukuran 2×3 meter di Desa Alue Perman, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat.
Dari raut wajah, kondisi kesehatan Arivin maupun istrinya tampak kurang baik. Arivin memperlihatkan luka pada kakinya akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Ia mengaku kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari anaknya.
Saat ditemui oleh Tim Forum Rakyat pada Rabu, 5 November 2025, Arivin mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menerima bantuan layaknya warga kurang mampu lainnya.
“Selama ini saya tidak dapat bantuan apapun dari pemerintah, seperti sembako atau PKH,” ujarnya dengan nada memelas.
Arivin yang mengaku lahir dan besar di Desa Alue Perman mempertanyakan alasannya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial.
“Saya asli orang sini, lahir dan besar di sini. Kenapa saya tidak dapat?” ungkapnya.
Saat ditanya apakah pernah menerima BLT Desa, Arivin mengangguk pelan.
“Kalau BLT ada, tapi bantuan pemerintah lainnya tidak ada sama sekali,” tuturnya.
Tim Forum Rakyat kemudian mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada Keuchik (Kepala Desa) Alue Perman melalui sambungan telepon. Sang Keuchik membenarkan bahwa Arivin merupakan warga desa setempat, namun menjelaskan bahwa selama ini Arivin tidak tinggal menetap di desa.
“Beliau baru sekitar satu tahun setengah tinggal kembali di sini. Karena itu, datanya tidak masuk sebagai penerima PKH atau sembako. Tapi pihak desa sudah mengusulkan bantuan rumah ke dinas terkait sekitar lima bulan lalu,” jelas Keuchik.
Pada akhir percakapan, Arivin hanya memiliki satu harapan sederhana.
“Saya ingin punya rumah layak untuk menghabiskan sisa hidup bersama istri,” ucapnya lirih.
Kisah Arivin menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang belum tersentuh bantuan sosial meskipun memenuhi kriteria. Ia tidak meminta banyak. Bukan materi berlimpah yang diinginkan, melainkan tempat tinggal yang layak, agar dapat menjalani hari tua dengan tenang bersama istri yang setia mendampinginya.
( Zain Dahlan / Forum Rakyat )






