Rapa’i Dabus, Seni yang Tak Lekang: Perpaduan Iman, Musik, dan Ketangkasan

oleh
oleh

Aceh Selatan, FR — Seni Rapa’i Dabus merupakan salah satu warisan budaya Aceh Selatan yang hingga kini masih dipertahankan sebagai pertunjukan bernilai religius, spiritual, sekaligus menguji ketangkasan tubuh para pemainnya. Seni ini memadukan tabuhan alat musik rapa’i dengan atraksi dabus, yaitu ketahanan fisik terhadap benda tajam dan panas tanpa menimbulkan cedera berarti.

Rapa’i Dabus biasanya ditampilkan dalam berbagai acara adat, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan budaya di wilayah Aceh Selatan, terutama di daerah Kluet dan Labuhan Haji. Seni ini dikenal sarat zikir dan doa, yang diyakini menjadi sumber kekuatan rohani bagi para pemain ketika melakukan atraksi ekstrem.

Tokoh seni sekaligus pelatih Rapa’i Dabus Aceh Selatan, Teungku Syahril Mahmud, menjelaskan bahwa seni ini bukan sekadar pertunjukan hiburan, tetapi memiliki makna penguatan iman dan ketabahan diri. “Rapa’i Dabus berasal dari tradisi dakwah ulama terdahulu. Setiap atraksi dibuka dengan zikir, selawat, dan doa agar para pemain berada dalam lindungan Allah,” ujarnya.

Menurut Teungku Syahril, proses pelatihan Rapa’i Dabus tidak bisa dilakukan sembarangan. Peserta harus mengikuti peusijuk, pembacaan doa keselamatan, dan bimbingan khusus dari guru yang memahami ilmu dabus. Atraksi yang dilakukan, seperti menusuk tubuh dengan benda tajam, mengiris kulit, atau memukul diri dengan besi panas, dilakukan dalam kondisi penuh pengawasan adat dan spiritual.

Ia menambahkan bahwa meski terlihat berbahaya, praktik ini dijalankan dengan tata cara ketat dan tidak boleh dipentaskan tanpa persetujuan para tetua adat. “Dabus bukan untuk gagah-gagahan. Ini seni yang penuh nilai religius, ketundukan, dan kebersamaan. Ada etika dan adab yang harus dijaga,” katanya.

Di tengah modernisasi, Rapa’i Dabus masih menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Selatan. Pemerintah daerah bersama komunitas budaya juga terus mendorong pelestariannya melalui festival seni dan pembinaan generasi muda.

Dengan perpaduan spiritualitas, musik, dan ketangkasan, Rapa’i Dabus tetap menjadi bukti kekayaan budaya Aceh Selatan yang unik, memukau, dan sarat nilai kearifan lokal. [Adv]

No More Posts Available.

No more pages to load.