Forumrakyat.co.id |Meulaboh – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat didatangi puluhan emak-emak dan pedagang pasar Bina Usaha Lung Aye, Meulaboh, pada Selasa (24/11/2025).
Kedatangan para pedagang tersebut untuk menyampaikan penolakan atas rencana pembangunan pabrik pengolahan sampah yang berlokasi di area pasar.
Seorang ibu paruh baya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pembangunan pabrik tersebut dinilai tidak tepat jika ditempatkan di kawasan pusat aktivitas perdagangan.
“Ini sangat tidak elok kalau pabrik dibangun di sini. Kami merasa risih dan khawatir dampaknya,” ujarnya.
Ketua Persatuan Pedagang Pasar Bina Usaha Lung Aye, Tengku Anas, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) menyampaikan penolakan tegas pihaknya. Ia menilai keberadaan pabrik akan berdampak pada kebersihan dan kenyamanan para pelaku usaha.
“Para penjual baju takut barang dagangan mereka kotor, terutama baju putih. Selain itu suara bising mesin dan bau tak sedap akan membuat pembeli enggan datang. Kami sangat khawatir pasar jadi sepi,” katanya di hadapan para anggota dewan.
RDP yang dipimpin Ketua DPRK Aceh Barat, Hj. Siti Ramazan, S.E., berlangsung sekitar dua jam, dengan dihadiri sejumlah anggota DPRK seperti Nasrudin, Said Mushar (Abu Cek), Wakil Ketua DPRK, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Kepala UPTD Pasar Bina Usaha.
Anggota Komisi II, Nasrudin, menegaskan bahwa setiap aspirasi pedagang harus didengar dan dibahas secara serius.
“Ini aspirasi masyarakat dan kita wajib mencari solusi terbaik. Apalagi Presiden Prabowo sedang menggalakkan program pertumbuhan ekonomi rakyat. Kita harus peka terhadap kondisi para pedagang,” tegasnya yang disambut riuh oleh peserta RDP.
Ia juga meminta DLHK agar membangun komunikasi lebih baik dengan para pedagang.
Sementara itu, Ketua Komisi II, Said Mushar (Abu Cek), menjelaskan bahwa pengolahan sampah di pasar sebenarnya hanya untuk sampah internal pasar itu sendiri, bukan sampah dari luar.
“Yang diolah itu hanya sampah sayur, plastik, dan sampah non-residu lain. Sedangkan limbah daging, ayam, dan ikan tetap akan diangkut ke Mata Ie. Ini hanya kesalahpahaman dan kurang sosialisasi antara pedagang dan dinas,” ujarnya kepada Forum Rakyat.
Di lokasi berbeda, Ketua DPRK Aceh Barat Hj. Siti Ramazan, S.E., mengatakan pihaknya akan mencarikan solusi terbaik atas keberatan pedagang.
“Aspirasi pedagang kami tampung. Kita harap ada titik temu yang nantinya menguntungkan semua pihak. Di sisi lain, kami juga meminta pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan agar pasar nyaman dan bisa menjadi contoh hingga ke depan kita meraih Adipura,” harapnya.
(Zaini Dahlan / Forum Rakyat)






