Forumrakyat.co.id |Aceh Barat -Pasca banjir bandang pada Kamis kemarin, sebagian wilayah Aceh Baratkhususnya Gampong Peuribu, Kecamatan Arongan Lambalek hingga berita ini diturunkan masih tergenang air. Rumah-rumah warga tampak terendam seperti yang terlihat pada foto yang diambil tim Forum Rakyat, Jumat sore, 28 November 2025.
Banjir tahun ini disebut sebagai yang terparah dalam 15 tahun terakhir. Seorang warga yang sebelumnya pernah mengalami banjir serupa mengungkapkan bahwa debit air kali ini naik begitu cepat dengan arus yang jauh lebih kuat, hingga menyebabkan banyak tanah terkikis dihantam derasnya banjir bandang.
Dari hasil pemantauan tim Forum Rakyat kemarin, sejumlah dinas terlihat turun ke lapangan, namun hanya sebatas melihat dan merekam kondisi. Sementara itu, sebagian warga yang rumahnya terendam sejak pukul 04.00 WIB pagi masih belum menerima bantuan apa pun hingga keesokan paginya. Salah satu korban banjir, Salihin, mengaku kepada tim bahwa dirinya belum mendapatkan bantuan sejak banjir terjadi.
Ketika tim Forum Rakyat menanyakan langsung kepada Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal yang saat itu mobil dinasnya melintas di depan lokasi banjir—ia menjelaskan bahwa seluruh bantuan telah disalurkan ke posko. “Silakan Abang merapat ke posko, dan kasih tahu juga warga lainnya untuk mengambil bantuan di sana,” jawabnya singkat.
Namun menjelang malam, cuaca semakin gelap dan udara dingin menusuk warga yang sudah kelelahan. Setelah Magrib, tim Forum Rakyat mendatangi posko, tetapi tidak terlihat adanya pembagian sembako. Hanya tampak tumpukan bantuan yang telah diturunkan oleh BPBD tanpa ada proses distribusi.
Kondisi listrik padam dan sinyal komunikasi hilang hingga larut malam membuat tim Forum Rakyat sulit menghubungi dinas terkait untuk meminta kejelasan.
Syukurnya, pada sore tadi bantuan mulai disalurkan oleh aparatur gampong. Setiap warga menerima satu bungkus mi instan, satu butir telur untuk satu keluarga, serta beras dua kay (dua liter).
(Zaini Dahlan / Forum Rakyat)








