Banda Aceh, FR — Banjir besar yang melanda berbagai wilayah di Aceh sejak 26 November 2025 tidak hanya membuat ribuan warga terisolasi, tetapi juga menimbulkan kecemasan mendalam bagi masyarakat Aceh yang berada di perantauan. Pemadaman listrik total dan lumpuhnya jaringan seluler di sejumlah daerah membuat komunikasi dengan keluarga terputus sejak kemarin.
Di media sosial, unggahan para perantau Aceh dipenuhi kecemasan. Mereka mengaku tidak dapat menghubungi keluarga di kampung halaman lantaran seluruh ponsel warga telah kehabisan baterai dan jaringan telekomunikasi tidak lagi berfungsi.
“Qadarullah, tadi malam saya dapat kabar nenek meninggal. Paginya semua HP keluarga off, tidak ada satu pun yang bisa dihubungi,” tulis akun Kiyy di kolom komentar sebuah unggahan video banjir. Unggahan ini mendapat simpati luas dari warganet lainnya.
Warga perantauan lain juga mengungkapkan hal serupa. “Mamakku nangis semalaman karena abangku di Langsa tidak ada kabar dari kemarin. Doakan ya, semoga semua yang dilangsa dan sekitarnya nggak kenapa-kenapa,” tulis pengguna lainnya dengan emoji tangis.
Kekhawatiran tak hanya datang dari warga Aceh Timur dan Langsa. Seorang pengguna dari luar daerah juga menanyakan kondisi Lhokseumawe yang dikabarkan masih terendam. “Tolong info Lhokseumawe teman-teman, gimana ya? Apa masih tinggi airnya?” tulisnya.
Banjir yang meluas di Aceh dalam beberapa hari terakhir disertai kerusakan infrastruktur listrik dan telekomunikasi membuat sejumlah kawasan benar-benar terisolasi tanpa akses komunikasi. Petugas PLN dan operator seluler masih berupaya melakukan perbaikan di lapangan, namun medan yang terendam banjir memperlambat proses pemulihan.
Situasi ini semakin memukul psikologis para perantau yang tak dapat memastikan keselamatan orang tua, keluarga, maupun kerabat mereka di kampung halaman.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar wilayah Aceh timur, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe hingga Aceh Utara masih melaporkan banjir belum surut dan pemulihan listrik berlangsung bertahap. Warga di perantauan berharap komunikasi dapat kembali normal agar mereka mendapatkan kabar langsung mengenai kondisi keluarga masing-masing.
PRAY FOR ACEH.







