Forumrakyat.co.id |Aceh Barat – Kondisi pascabanjir terlihat menyesakkan napas. Sebagian masyarakat tampak lelah membersihkan lumpur tebal yang menerjang sepuluh kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Barat beberapa hari lalu. Kini, halaman rumah berubah seperti ladang liat, dan ruang tamu pun masih menyimpan jejak amukan air. Pemandangan ini terekam dalam foto yang diambil tim Forum Rakyat pada Selasa, 2 Desember 2025.
Banjir memang sudah surut, namun beban masyarakat belum ikut hanyut. Banyak warga terdampak sangat berharap bantuan dari dinas terkait, mengingat mereka sudah hampir sepekan tak bekerja karena sibuk membersihkan rumah dari timbunan lumpur. Mereka yang bekerja serabutan, bukan ASN, kini berada dalam masa yang begitu genting.
Zukirman, salah satu warga terdampak, menyampaikan keluhannya kepada tim Forum Rakyat. “Saya pekerja serabutan dan sudah hampir sepekan tidak bekerja. Untuk kebutuhan keluarga sehari-hari saya bingung karena tidak ada yang menyuruh. Biasanya saya membantu menanam padi, tapi sekarang lahan sawah terendam dan penuh lumpur,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Banjir kali ini disebut-sebut sebagai yang paling parah dalam 15 tahun terakhir. Hampir seluruh wilayah Aceh turut merasakan dampaknya. Situasi makin berat dengan naiknya harga kebutuhan pokok yang melejit hingga “zona merah”. Di Aceh Barat, harga cabai sempat menembus Rp250.000 per kilogram. Gas LPG 3 kg pun di warung kecil mencapai Rp75.000 per tabung. “Semua serba mahal, kita kewalahan,” ungkap Faisal, pengelola warung makan di Meulaboh.
Belum lagi pemadaman listrik berkepanjangan, antrean panjang BBM di SPBU, serta jaringan internet yang tersendat—semuanya menambah lapisan kesulitan yang harus ditanggung warga.
Kini masyarakat hanya bisa berharap, badai derita ini segera berlalu. Mereka menunggu keadaan membaik, agar ekonomi kembali berdenyut normal dan kehidupan bisa disusun lagi dari serpihan kerusakan.
(Zaini Dahlan / Forum Rakyat)








